A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Warga OKU Timur Ramai-ramai Tanam Ubi Racun - Sriwijaya Post
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 22 Agustus 2014
Sriwijaya Post

Warga OKU Timur Ramai-ramai Tanam Ubi Racun

Selasa, 26 Juni 2012 13:44 WIB
Warga OKU Timur Ramai-ramai Tanam Ubi Racun - UBIRACUN.JPG
SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA
Sukiyem menanam ubi racun di lahan miliknya Selasa (26/6). Sebagian besar masyarakat yang lahannya berlokasi di dataran tinggi memilih untuk menanam ubi racun dibanding tanaman lain.
SRIPOKU.COM, MARTAPURA – Sebagian besar masyarakat di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur khususnya di wilayah Martapura dan sekitarnya mulai beralih ke tanaman ubi racun.

Hal itu terlihat dari ribuan hektare (Ha) lahan yang sudah ditanami ubi racun.

Sebelumnya, para petani ini memilih untuk menanam jagung serta jenis pertanian lain seperti kacang tanah dan kacang hijau, namun sejak harga ubi racun melonjak dan hama yang tidak terlalu banyak, petani mulai memilih untuk beralih ke tanaman ubi racun.

Umumnya, lahan yang ditanami ubi racun adalah lahan yang berlokasi di dataran tinggi yang tidak bisa dijadikan lahan sawah.

Namun tidak sedikit juga petani sawah yang menjadikannya menyelingi lahan sawah mereka dengan tanaman ubi.

Sumanto (80) warga terukis yang ditemui ketika sedang menanam ubi bersama istrinya Sukiyem (45) Selasa (26/6/2012) mengatakan, prospek menanam ubi lebih besar dan lebih berpeluang dari tanaman lainnya.

Selain hama yang tidak terlalu mengancam, harga dan perawatan yang tidak terlalu sulit membuat para petani lebih memilih beralih ke tanaman ubi racun.

“Pemasarannya juga tidak terlalu sulit. Kita hanya menemui pabrik untuk menawarkan tanaman ubi kita, pabrik yang nantinya akan melakukan pengecekan. Jika cocok, mereka akan mencabutnya sendiri dan kita hanya menunggu pembayaran,” jelas Sumanto kepada Sripoku.com.
Penulis: Evan Hendra
Editor: Sudarwan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
121183 articles 17 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas