A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Trik DP Mobil Tetap Ringan - Sriwijaya Post
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 1 Agustus 2014
Sriwijaya Post

Trik DP Mobil Tetap Ringan

Selasa, 26 Juni 2012 09:52 WIB
Trik DP Mobil Tetap Ringan
Sripo/Anton
Ilustrasi. Aturan Bank Indonesia.
PALEMBANG, SRIPO — Aturan yang diberlakukan Bank Indonesia, bahwa per 15 Juni 2012 uang muka (down payment-DP) kredit kendaraan bermotor minimal 30 persen bila melalui bank dan 25 persen bila melalui leasing, cukup memengaruhi minat konsumen. Namun tampaknya pihak dealer dan konsumen pun tak habis akal, dengan mencari alternatif agar DP tetap relatif ringan.

Dealer menawarkan kepada konsumen agar melengkapi persyaratan tambahan, berupa SIUP, SITU, dan surat-surat lain terkait usaha calon konsumen. Persyaratan itu terkait dengan persyaratan kredit baik melalui leasing (lembaga pembiayaan non bank) maupun bank. Dengan melengkapi surat-surat dimaksud, maka konsumen dapat mendapat uang muka lebih ringan, hanya 15 persen dari harga kendaraan yang akan dibeli.

Lembaga kredit itu bisa memberikan uang muka minimal untuk kebutuhan komersil, dimana persyaratan tambaha itu merupakan bukti bahwa kendaraan itu untuk komersil. “Kalau di bank memang agak ribet tapi tetap bisa, beda dengan leasing karena persyaratannya tidak seketat bank. Kalau kita kredit mobil dengan melampirkan SIUP, SITU atau keterangan usaha lainnya, uang muka bisa diminimalisir,” kata Wati, konsumen di salah satu delaer kendaraan. Dia sendiri mengaku sudah beberapa kali mendapat kredit kendaraan di tempat yang sama, dimana setiap dua tahun jalan umumnya dia mengambil kembali kendaraan.

Wati mengaku mengoperasionalkan kendaraan untuk transportasi menjual makanan ke pinggiran kota. “Pakai buat jualan. Sekarang mobil saya malah sudah empat. Kemarin pas dibilangin marketingnya harus setor minimal Rp 40 juta untuk Avanza, kami berat. Lalu saya diminta melampirkan surat izin usaha, sekarang cuma bayar DP Rp 25 juta. Lusa mobilnya diantar,” kata Wati yang ditemani suaminya seraya mengaku sudah lima kali mendapat kredit mobil. “Baru kali ini diminta menyertakan kelengkapan SIUP dan SITU. Kalau soal angsuran kita lancar terus. tapi memang leasingnya beda-beda,” kata dia.

Senada diungkapkan Nasrul, yang juga diminta buat SIUP, SITU untuk usaha rental. Padahal sebelumnya tidak pernah sama sekali. “Setahun lalu, saya ambil Xenia, DP Rp 20 juta bisa, sekarang diminta Rp 60 juta. Berat mending tidak jadi. Tapi marketingnya bilang DP bisa ditekan kalau kita melampirkan syarat untuk kendaraan komersil. Agak ribet memang. Ditelepon terus dan dicek berapa kali ke rumah. Alhamdulillah sekarang bisa DP Rp 20 Juta,” bebernya.

Trik menghindari DP mahal itu dibenarkan Kepala Cabang Daihatsu Sumbagsel, Deni didampingi supervisor, Yohannes Rosa Rio. Menurutnya, kebijakan itu bukan akal-akalan karena yang dilampirkan itu benar-benar syarat untuk kebutuhan komersil atau niaga. Beda jika dipakai untuk keperluan pribadi yang syarat DP-nya mutlak 25 persen, jika pakai leasing. “Kalau memang ada surat keterangan usaha, di leasing prosesnya lebih cepat dibanding untuk kebutuhan pribadi,” kata Yohanes.

Makanya, lanjut dia, kebanyakan konsumen lebih pilih ke leasing dibanding perbankan. Leasing juga punya kategori kendaraan yang bisa dikomersilkan, seperti grandmax atau pick up, Xenia dan Luxio. Diluar itu bisa juga asal dibeli dalam jumlah banyak, misal Terios. “Tidak masalah untuk usaha apapun, yang penting ada SIUP, SITU dan siap disurvei,” kata dia. Lalu apakah ada celah untuk konsumen yang “pura-pura” pengusaha untuk dapat DP murah, Johannes enggan berkomentar. “No comment kalau soal itu,” katanya.

Kondisi ini dibenarkan pula oleh Supervisor Auto 2000 Veteran, Helmi Yansyah. Saat ini terjadi peningkatan pengajuan berkas kredit untuk kendaraan yang dipakai keperluan komersil. (why)


Aturannya Belum Jelas
PALEMBANG, SRIPO — Sementara Director Marketing Maju Motor Grup, Alvin Kennedy mengatakan, kondisi mengupayakn DP ringan itu bisa saja terjadi, karena belum ada aturan jelas tentang pembatasan uang muka. Apakah pembatasan hanya berlaku untuk kendaraan keperluan komersil atau usaha saja, atau sebaliknya untuk kendaraan keperluan pribadi. “Ini yang belum jelas. Makanya kita hanya menebak-nebak saja. Kenyataan sekarang dengan SIUP, SITU bisa lebih murah,” katanya.

Menurutnya, justru inilah yang menimbulkan kekaburan konsumen dan pengusaha. Mana celah yang menguntungkan, mobil tetap bisa jual dan konsumen tidak diberatkan, maka itu yang kita berlakukan. “Bagi kami ini tidak jadi masalah. Orientasinya kan jualan bisa jalan terus. Makanya BI juga harus memperjelas. Yang 25 persen itulah biaya yang harus disetor atau sebaliknya. Hingga saat ini belum ada edukasi itu ke kita,” tegas Alvin. Dia juga memandang aturan itu juga pincang atau berat sebelah. Mengapa tidak disamakan saja, antara bank dan leasing atau lembaga keuangan lainnya terkait besaran pembatasan uang muka, seperti di bank minimal DP 30 persen dan leasing minimal 25 persen.

Lalu mengapa justru Syariah dibebastugaskan. “Artinya banyak celah-celah yang bisa diplintirkan akibat ketidakjelasan ini. bisa saja ke depan kita lari ke pembiayaan Syariah saja. Atau tetap dengan melampirkan SIUP, SITU seperti ini. Bahkan bisa saja ini jadi syarat wajib,” kata Alvin.

Untuk maju motor grup imbas pemberlakuan dp minimal sudah ada, penjualan juga sepi, khususnya kendaraan tertentu. “Ini saja kita baru nerima komplain konsumen. Gara-gara harus bayar dp 30 persen, mereka jadi batal,” kata alvin. Terhadap aturan ini, lanjut dia, belum jelas. Apakah aturan 30 persen itu sudah nett atau masih gros. “Net itu mutlak harus 30 persen, atau setelah diskon. Ini yang masih buat kita bingung,” katanya.

Mutlak 25 Persen
Branch Manager PT Darmatama Mega Finance, salah satu lembaga pembiayaan (leasing), Abadi menjelaskan mengacu aturan yang dikeluarkan Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) dan Bank Indonesia penerapan aturan uang muka sudah berlaku sejak 25 Mei lalu. namun sejumlah leasing dan bank kebanyakan baru diterapkan 15 Juni. Aturannya mutlak, untuk leasing atau lembaga keuangan DP minimal 25 persen dan bank minimal 30 persen.

“Dan ini mutlak,” kata dia. Ini dikeluarkan dengan menyehatkan perkreditan di indonesia. Leasing sudah dipanggil untuk itu,” katanya.

Kalaupun ada leasing yang menerapkan diluar ketentuan tersebut, mereka bisa saja diperiksa. “Tapi kendalanya untuk pengawasan di daerah tidak seketat di pusat. Apalagi untuk APPI ini hanya ada di Jakarta saja,” kata dia. Abadi membenarkan jika saat ini pengajuan yang kredit komersil meningkat drastis. (why)
Penulis: admin
Editor: Bedjo
Sumber: Sriwijaya Post
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas