Selasa, 28 April 2015

Trik DP Mobil Tetap Ringan

Selasa, 26 Juni 2012 09:52

Trik DP Mobil Tetap Ringan
Sripo/Anton
Ilustrasi. Aturan Bank Indonesia.

Dealer menawarkan kepada konsumen agar melengkapi persyaratan tambahan, berupa SIUP, SITU, dan surat-surat lain terkait usaha calon konsumen. Persyaratan itu terkait dengan persyaratan kredit baik melalui leasing (lembaga pembiayaan non bank) maupun bank. Dengan melengkapi surat-surat dimaksud, maka konsumen dapat mendapat uang muka lebih ringan, hanya 15 persen dari harga kendaraan yang akan dibeli.

Lembaga kredit itu bisa memberikan uang muka minimal untuk kebutuhan komersil, dimana persyaratan tambaha itu merupakan bukti bahwa kendaraan itu untuk komersil. “Kalau di bank memang agak ribet tapi tetap bisa, beda dengan leasing karena persyaratannya tidak seketat bank. Kalau kita kredit mobil dengan melampirkan SIUP, SITU atau keterangan usaha lainnya, uang muka bisa diminimalisir,” kata Wati, konsumen di salah satu delaer kendaraan. Dia sendiri mengaku sudah beberapa kali mendapat kredit kendaraan di tempat yang sama, dimana setiap dua tahun jalan umumnya dia mengambil kembali kendaraan.

Wati mengaku mengoperasionalkan kendaraan untuk transportasi menjual makanan ke pinggiran kota. “Pakai buat jualan. Sekarang mobil saya malah sudah empat. Kemarin pas dibilangin marketingnya harus setor minimal Rp 40 juta untuk Avanza, kami berat. Lalu saya diminta melampirkan surat izin usaha, sekarang cuma bayar DP Rp 25 juta. Lusa mobilnya diantar,” kata Wati yang ditemani suaminya seraya mengaku sudah lima kali mendapat kredit mobil. “Baru kali ini diminta menyertakan kelengkapan SIUP dan SITU. Kalau soal angsuran kita lancar terus. tapi memang leasingnya beda-beda,” kata dia.

Senada diungkapkan Nasrul, yang juga diminta buat SIUP, SITU untuk usaha rental. Padahal sebelumnya tidak pernah sama sekali. “Setahun lalu, saya ambil Xenia, DP Rp 20 juta bisa, sekarang diminta Rp 60 juta. Berat mending tidak jadi. Tapi marketingnya bilang DP bisa ditekan kalau kita melampirkan syarat untuk kendaraan komersil. Agak ribet memang. Ditelepon terus dan dicek berapa kali ke rumah. Alhamdulillah sekarang bisa DP Rp 20 Juta,” bebernya.

Trik menghindari DP mahal itu dibenarkan Kepala Cabang Daihatsu Sumbagsel, Deni didampingi supervisor, Yohannes Rosa Rio. Menurutnya, kebijakan itu bukan akal-akalan karena yang dilampirkan itu benar-benar syarat untuk kebutuhan komersil atau niaga. Beda jika dipakai untuk keperluan pribadi yang syarat DP-nya mutlak 25 persen, jika pakai leasing. “Kalau memang ada surat keterangan usaha, di leasing prosesnya lebih cepat dibanding untuk kebutuhan pribadi,” kata Yohanes.

Makanya, lanjut dia, kebanyakan konsumen lebih pilih ke leasing dibanding perbankan. Leasing juga punya kategori kendaraan yang bisa dikomersilkan, seperti grandmax atau pick up, Xenia dan Luxio. Diluar itu bisa juga asal dibeli dalam jumlah banyak, misal Terios. “Tidak masalah untuk usaha apapun, yang penting ada SIUP, SITU dan siap disurvei,” kata dia. Lalu apakah ada celah untuk konsumen yang “pura-pura” pengusaha untuk dapat DP murah, Johannes enggan berkomentar. “No comment kalau soal itu,” katanya.

Kondisi ini dibenarkan pula oleh Supervisor Auto 2000 Veteran, Helmi Yansyah. Saat ini terjadi peningkatan pengajuan berkas kredit untuk kendaraan yang dipakai keperluan komersil. (why)

Halaman12
Penulis: admin
Editor: Bedjo
Sumber: Sriwijaya Post
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas