Sabtu, 5 September 2015

Sopir Truk Enam Hari Tertahan di Pelabuhan 35 Ilir Palembang

Selasa, 19 Juni 2012 21:02

Tiga armada masih dalam perbaikan dan satu lagi diperbantukan ke Balikpapan. Kondisi ini membuat sejumlah sopir yang berasal dari luar Sumsel terpaksa tidur di mobil dan menunggu tanpa kepastian.

“Saya bawa barang konstruksi dari Kudus (Jawa Tengah) mau diantar ke Pangkal Pinang (Babel). Tapi sudah enam hari enam malam saya tertahan di sini, belum tahu kapan bisa nyeberang,” ujar Moslan, salah seorang sopir truk fuso asal Jawa Tengah.

Moslan mengaku tiba di dermaga atau pelabuhan ini sejak Kamis atau enam hari lalu. Namun di luar dugaan, kendati sudah memiliki tiket yang dibeli seharga Rp 3 juta ia harus mengantri karena banyak kendaraan yang lebih dahulu ada di sana. Hingga saat ini ia sendiri tidak tahu kapan akan berangkat.

“Saya sudah tanya ke petugas pelabuhan. Katanya bakal ada tambahan kapal. Tapi ya itu sampai saat ini belum ada. Karena yang saya bawa barang konstruksi, ya terpaksa menunggu,” terangnya.

Hal senada dikatakan Ridwan, salah seorang sopir truk asal Lampung. Menurut dia, lebih dari 20 truk yang tertahan bersama mereka. Tapi umumnya truk-truk dan sopirnya itu umumnya berasal dalam wilayah Sumsel. Karena itu, meski tertahan di pelabuhan para sopir tidak harus menginap di pelabuhan.

“Lihat saja, walaupun mobilnya banyak sopirnya tidak ada. Karena mereka rata-rata orang sini dan bisa pulang ke rumah, tempat saudara atau teman. Kalau saatnya berangkat ditelepon. Lah kami, terpaksa tidur di sini sampai bisa berangkat,” kata Ridwan.

Ia mengatakan, tertundanya keberangkatan hingga berhari-hari menimbulkan kerugian baik waktu maupun bentuk materil. Jika biasanya dari tempat asal ke tujuan cukup waktu dua hari, kini memakan waktu seminggu  bahkan lebih. Di sisi lain selama menunggu di pelabuhan, ia dan beberapa sopir lain merasa tidak cukup nyaman.

Halaman1234
Penulis: Eko Adiasaputro
Editor: Hendra Kusuma
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas