• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Sriwijaya Post

Panitia O2SN Sumsel Diskriminasi Kontingen Palembang

Rabu, 6 Juni 2012 09:58 WIB
Panitia O2SN Sumsel Diskriminasi Kontingen Palembang
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Zulfaini M Ropi
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Wakil Ketua Kontingen Palembang Drs Zulfaini M Ropi MM memprotes keras Panitia Olimpiade Olahraga Sekolah Nasional (O2SN) Tingkat SD Provinsi Sumsel yang dinilai mendiskriminasi kontingennya.

"Kenapa hanya kontingen Palembang yang dirumahkan, dibedakan dengan kontingen dari daerah lainnya yang sama-sama akan bertanding pada O2SN yang berlangsung 5-8 Juni 2012 ini. Jangan panitia dari Diknas Provinsi ini menyalahkan DPRD dan Bappeda yang mencoret anggaran untuk penginapan kontingen Kota Palembang ini," protes Zulfaini pada pertemuan di Asrama Haji Palembang, Selasa (5/6/2012) malam.

Zulfaini yang juga Kabid Olahraga Disdikpora Kota Palembang tetap menyalahkan Pimpro Panitia O2SN Drs H Romzid yang dinilai tidak memperjuangkan untuk kepentingan terlaksananya even sehingga merugikan kontingen Palembang.

"Dia bilang sudah mengajukan, tapi dicoret DPRD dan Bappeda. Mestinya dia memperjuangkan. Sumsel ini ada 15 kabupaten/kota. Palembang ini termasuk di dalamnya kenapa dianaktirikan. O2SN ini kan memakai dana APBD. Atlet kontingen Palembang ini kan rakyat Sumsel juga yang membayar pajak juga. Kecuali kalau O2SN ini menggunakan dananya Ade Karyana (Kadin Diknas Sumsel) atau memang kami harus membayar. Kasihan ini anak-anak sudah bawa tas tahunya tidak ada fasilitas untuk menginap bagi kontingen Palembang. Jelas kecewa. Makanya saya ingatkan, kalau tahun depan masih dia yang jadi panitia ini, supaya ini jangan terulang. Harusnya jauh-jauh hari dikasih tahu," kritik Zulfaini.

Pengamat olahraga Drs HM Akib A MSi yang juga mantan Kabid Olahraga Diknas Sumsel juga menyayangkan pemulangan kontingen Palembang yang baru terjadi kali ini. 

Akib yang juga Ketua Harian Pengprov IPSI Sumsel kebetulan mengurus cabang pencaksilat menilai memang seyogiyanya semua tim ditanggung penginapannya, apalagi ini masih tingkat SD.

"Masalah faktor keamanan atlet harus menjadi pertimbangan kalau tidak terkoordinir dengan tim lain. Selain itu juga tim Palembang akan khawatir soal ketepatan waktu bertanding. Jadi mereka pun meminta dispensasi kalau terlambat," ujar Akib.

Sekretaris Panitia O2SN Suparman kepada Sripoku.com mengakui dari informasi yang ia terima memang untuk kontingen Palembang tidak dianggarkan untuk penginapan. "Ini miskomunikasi jangan dibesarkanlah," ujar Suparman.

Sebanyak 44 atlet dan 13 pelatih kontingen Palembang yang di bawah pimpinan kontingen Riza Fahlevi, Kadisdikpora Palembang. Para atlet siswa SD ini akan mengikuti 12 cabor yang dipertandingkan. Meliputi atletik, senam, renangg, tenismeja, bulutangkis, voli mini, pencaksilat, sepakbola mini, tenis, catur, karate, sepaktakraw. 

Sementara Pimpro O2SN Provinsi Sumsel Drs H Romzid yang juga Kabid Olahraga Disdik. Sumsel dengan tegas mengatakan memang Palembang tidak mendapat jatah penginapan.

"Memang tidak ada, sudah ketentuannya. Tidak bisa dipaksakan, mau pakai duit siapa. Sudah ada pemberitahuannya," kata Romzid.
Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Soegeng Haryadi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas