Rabu, 26 November 2014
Sriwijaya Post

Sumsel Pasang 3 Alat Tsunami

Selasa, 22 Mei 2012 09:22 WIB

Sumsel Pasang 3 Alat Tsunami
koranbanten.com
Ilustrasi. Alarm Tsunami
PALEMBANG, SRIPO — Meski Sumatera Selatan (Sumsel) tidak masuk dalam daerah patahan gempa dan tsunami, tetapi tetap saja menjadi perhatian pemerintah. Setidaknya tiga peralatan Tsunamy Early Warning System (TEWS) yang memiliki kemampuan mendeteksi tsunami akan dipasang di tiga lokasi berbeda.

“Alat TEWS itu sangat membantu, kita kini sudah bisa menganalisa gempa mulai dari kekuatan hingga titik koordinatnya dalam waktu lima menit sehingga bisa cepat dipublikasikan pada masyarakat,” kata kepala Stasiun Klimatologi Kenten, Muhammad Irdham, Senin (21/5) ketika membuka pelatihan petugas pos hujan di Hotel Grand Malaka, Kenten.

Ketiga TEWS dipasang di Muarapinang (Lahat), Muaradua (OKU Selatan) dan di eks lokasi Bandara
SMB II Palembang, Talangbetutu, yang diintegrasikan dengan pusat TEWS di Stasiun Klimatologi dan yang ada di Jakarta. Peralatan TEWS dimasukkan ke tanah dengan kedalaman 5-6 Meter, dan di atas bangunan penutupnya dipasang alat pemancar yang terkoneksi dengan satelit. Selain TEWS, di beberapa lokasi di Sumsel juga dipasang alat Accelograph, yang berfungsi untuk mendeteksi gempa.

Bahkan di 2013 mendatang, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga akan memasang alat peringatan dini bidang klimatologi (CEWS) yang juga terkoneksi langsung ke Jakarta via satelit.

“Kejadian gempa sekecil apapun langsung terdeteksi dalam hitungan cepat,” katanya.
Menurut Irdham, berbagai peralatan canggih dan mahal akan masuk ke Sumsel, termasuk tambahan alat Automatic Weather System (AWS) yang akan dipasang di Belitang, Pagaralam dan Muaraenim. Tambahan tiga AWS baru ini, tidak termasuk 140 pos pemantau hujan yang sudah ada.

Pelatihan
Dalam rangka peningkatan pemahaman informasi iklim di Sumsel, BMKG melakukan pembinaan dan pelatihan mengenai kegiatan cuaca dan iklim bagi 40 petugas lapangan, terutama petugas pengamat hujan.

Selama tiga hari, petugas yang berlatar belakang penyuluh pertanian dan lapangan ini dilatih menyiapkan informasi ilkim, seperti perkiraan musim hujan dan kemarau, analisis dan prakiraan hujan bulanan, analisis ketersediaan air tanah, peta kekeringan. “Semua informasi ini sangat penting untuk kegiatan sektor pertanian,” kata Irdham.

Dalam pelatihan, BMKG memberikan pemahaman tentang cuaca dan iklim kepada penyuluh yang akan melakukan pemantauan cuaca di daerah atau di 140 lokasi pantau.

“Informasi cuaca sangat penting dan membantu pemerintah, khususnya terkait dengan cocok tanam khususnya di daerah sentral pangan,” katanya. (sin)
Penulis: admin
Editor: Bedjo
Sumber: Sriwijaya Post

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas