Jumat, 26 Desember 2014
Sriwijaya Post

Oknum Polisi Penjudi Diancam Hukuman 5 Tahun Penjara

Senin, 21 Mei 2012 23:05 WIB

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Bripda Heru (27), anggota Polsek Prabumulih Timur, tersangka penusukan terhadap Budiyantoro (35) warga sipil, tampaknya akan segera naik sidik.

Pasalnya, berkas perkara penyelidikan baik pemeriksaan saksi, hasil visum, dan olah TKP telah lengkap.

Dia kini terancam sanksi pidana dengan hukuman lima tahun penjara.

Kapolres Prabumulih AKBP Yerri Oskag Sik melalui Kasat Reskrim AKP Raphael Lingga Sik mengatakan, tersangka Bripda Heru kini mendekam di sel Propam Polres Prabumulih, akibat ulahnya yang mencoreng institusi kepolisian.

Bripda Heru sendiri telah mengakui perbuatannya dan siap menerima sanksi kedisiplinan.

“Untuk sementara semua saksi yaitu Joni, Marwan, Baho, Rustam, Neti, Hendri telah diperiksa. Hasil visum dari rumah sakit juga sudah, kasusnya akan segera dilimpahkan oleh unit reskrim,” katanya kepada Sripoku.com.

Raphael Lingga menambahkan, penusukan yang dilakukan Bripda Heru kepada Budiyantoro terjadi karena Bripda Heru tidak bisa mengontrol emosi, karena tidak senang ditegur ketika main judi.

Bripda Heru, anggota penjagaan di Polsek Prabumulih Timur diakui memang supel dalam pergaulan.

Mengenai kabar kalau lokasi kejadian, di Jalan Kaca Piring Kelurahan Karang Raja Prabumulih Timur dijadikan tempat judi, Lingga belum tahu pasti.

“Siapa pun yang melanggar hukum baik kasus judi maupun kasus pidana, apabila ada aparat yang terlibat akan segera dihukum sesuai kesalahannya,” ujarnya.

Terkait maraknya perjudian baik itu judi remi dan bola gelinding yang biasa diadakan di pasar malam, petugas Polres Prabumulih telah mengambil tindakan.

Namun, sejauh ini upaya pemberantasan judi sudah dilakukan dengan menangkap para penjudi dan dijebloskan ke penjara.

Bukan hanya itu, untuk mengatasi masalah judi, Polres Prabumulih juga melibatkan warga dan ketua RT agar kalau ada warga yang main judi segera dilaporkan dan akan diproses.

Lingga menjelaskan, untuk masalah Bripda Heru sendiri proses hukumnya akan tetap jalan. Tapi apakah tersangka akan di PTDH atau tidak masih menunggu informasi dari Polda. Sebab, Polda lah yang akan menentukan semuanya.

“Kalau Bripda Heru apakah di PTDH belum tahu. Sebab, itu semua Polda yang berwenang. Namun Bripda Heru yang pasti dikenakan pasal 351 ayat 2 dengan ancaman hukuman lima tahun penjara,” jelasnya.
Penulis: Andri Yanto
Editor: Sudarwan

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas