South Sumatera Expo 2012
Ada Gadis Cantik di Stan OKI
Ini satu-satunya stan yang mempraktikkan cara membuat hasil kerajinan dalam bentuk tenunan songket khas daerahnya.
Penulis: Eko Adiasaputro | Editor: Sudarwan
Tak tanggung-tanggung, stan yang berdiri di bagian pojok kiri ruang SPC ini dipenuhi beragam produk atau kerajinan khas daerah.
Ada songket khas Kayuagung, tikar dan tas berbahan dasar purun, serta makanan berupa kerupuk atau kempelang.
Semua diciptakan dengan tangan kreatif masyarakat OKI yang saat ini masih bertahan di tengah gempuran teknologi.
Untuk songket, dijual seharga Rp 1 juta-Rp 1,5 juta per helai. Sedangkan tas Rp 25 ribu-50 ribu, dan tikar dari Rp 10 ribu-Rp 25 ribu.
“Pada pameran kali ini kami lebih fokus kepada pengenalan kerajinan tradisional khas daerah, terutama songket. Kami punya songket khas Kayuagung namanya Perahu Kajangan dan Tartila Bersanding,” kata Kepala Disperindagkop OKI Mahmud Iswan saat dijumpai Sripoku.com di stan, Rabu (16/5).
Situasi di stan ini pun tampak ramai. Tidak hanya para petugas yang terbilang banyak, tetapi juga para pengunjung yang umumnya tertarik dengan kegiatan di stan tersebut. Sebab di sana, selain banyak produk yang dipamerkan, juga terdapat dua orang gadis cantik yang menenun songket secara langsung.
Bahkan, ini satu-satunya stan yang mempraktikkan cara membuat hasil kerajinan dalam bentuk tenunan songket khas daerahnya.
Menurut Mahmud, para pengrajin sengaja didatangkan untuk promosi secara langsung ke pengunjung stan.
“Ada empat pegawai dari Fitri Songket (nama usaha pengrajin songket) yang kita ajak ke sini. Jadi selama pameran mereka akan menenun kain sampai menjadi songket,” terangnya.