A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Eddy Tawarkan Konsep Bank Sampah - Sriwijaya Post
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 Juli 2014
Sriwijaya Post

Eddy Tawarkan Konsep Bank Sampah

Selasa, 6 Maret 2012 09:13 WIB
Eddy Tawarkan Konsep Bank Sampah
Sripo/Sts
Eddy Santana Putra.
PENHOM PENHN, SRIPO — Walikota Palembang H Eddy Santana Putra menawarkan konsep bank sampah untuk mengatasi masalah sampah dan menciptakan permukiman ramah lingkungan di perkampungan 11 negara yang tergabung dalam ASEAN (perhimpunan negara di Asia Tenggara).

Tawaran itu akan disampaikan Eddy saat menjadi pembicara dalam  Working Group ASEAN di Phenom Pehn, Kamboja, Selasa (6/3) hari ini.

Working group ASEAN  yang diketuai Walikota Jepang ini memang menghimpun masukan dari kota-kota yang terpilih sebagai kota berwawasan lingkungan dan berkelanjutan (environmental sustainable city) se-ASEAN. Dimana Palembang dan Surabaya, terpilih untuk mewakili Indonesia mendapatan Enviromental Sustainable City Award atau penghargaan bagi kota yang pembangunannya berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.

Seperti diketahui, sejak awal tahun ini Palembang menyelenggarakan bank sampah di tiap kampung. Mekanismenya, kata Eddy didampingi Kepala BLH Palembang Abu Bakar, warga membikin tempat penampungan sampah. Kemudian warga mengumpulkan sampah di tempat penampungan tersebut. Sampah dibagi dua, organik dan anorganik.

Kelompok itu dipimpin oleh orang yang perhatian terhadap masalah lingkungan hidup.
“Orang yang perhatian terhadap sampah dan lingkungan hidup akan diangkat menjadi Direktur Bank Sampah di kampung itu. Sedangkan warga menjadi anggota atau nasabah.”

Nanti sampah itu dikelola, yang organik dijadikan pupuk kompos sedangkan sampah anorganik didaur ulang. Seluruhnya kemudian dipasarkan, keuntungannya disimpan, dan pada saat tertentu dibagikan kepada anggota.

“Pembagiannya berdasarkan sampah yang disetorkan masing-masing anggota atau warga,” kata Eddy Santana yang sudah berada di Kamboja bersama Abu Bakar dan rombongan pejabat terkait serta sejumlah pimpinan media lokal termasuk Pemred Sripo Hadi Prayogo.

Di Palembang sampai saat ini sudah ada empat kecamatan yang membikin bank sampah.
“Kalau bank sampah ini berhasil, masalah sampah dan lingkungan hidup teratasi sekaligus bisa membantu perekonomian warga,” jelas Eddy Santana.

Ditambahkan Abu Bakar ada bank sampah yang sudah memiliki simpanan dana Rp 3 juta dan diteruskan menjadi Rp 20 juta.

“Kami terus membandingkan penanganan sampah di daerah lain, sehingga yang diterapkan di Palembang makin baik,” jelasnya sambil menyebut beberapa kawasan yang sudah menyelenggarakan bank sampah antara lain Perumahan Griya Bahagia, dan daerah lainnya menyusul.

Selain mengusulkan bank sampah menjadi agenda Working Group ASEAN untuk dibahas lebih lanjut, Eddy juga menyatakan dirinya bakal mengusulkan Palembang bisa ditunjuk sebagai tuan rumah Working Group ASEAN tahun mendatang. (hdp)
Penulis: admin
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas