A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

BPN akan Gulirkan Prona Tahun 2012 - Sriwijaya Post
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 23 Juli 2014
Sriwijaya Post

BPN akan Gulirkan Prona Tahun 2012

Selasa, 6 Maret 2012 22:02 WIB
SRIPOKU.COM, INDRALAYA-Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Ogan Ilir (OI) pada tahudn 2012 ini, akan menerbitkan sertifikat proyek nasional agraria (Prona) sebanyak 300 sertifikat. Prona ini, diutamakan untuk lahan pertanian dan perkebunan serta transmigrasi rakyat di pelosok desa yang  kurang mampu.

Kasi HTPT BPN OI  Muslim MB Msi, Selasa (6/3/2012) mengatakan, anggaran untuk program Prona tahun ini, bersumber dari APBN sebesar Rp 200 juta lebih. Bahkan, sudah ada yang mengajukan surat permohonan Prona ini, sekitar 300 sertifikat.

Jumlah ini, diakui Muslim meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya 200 sertifikat. Pengajuan Prona yang masuk ke BPN, katanya didominasi warga dari Kecamatan Muara Kuang, Indralaya Utara dan Lubuk Keliat.

"Biasanya satu sertifikat untuk lahan seluas 2 hektar, boleh jadi sawah atau kebun rakyat, prona ini gratis dan sudah dijatahi dari Kanwil BPN Sumsel," jelasnya seraya menyebutkan jatah Prona dibagikan kepada 16 kabupaten/kota sesuai kemampuan anggaran. "Untuk Ogan Ilir ini pengajuan masuk mencapai 300 lebih dan akan dirapatkan dengan Kanwil BPN Sumsel," ujarnya sembari berharap semua pengajuan dapat diakomodir.

Muskim mengakui, tingginya minat pembuat serifikat Prona ini dikarenakan warga tidak mampu membayar biaya pembuatan sertifikat.
" Meskipun Prona ini sifatnya gratis tetapi ada kriteria untuk mendapatkan sertifikat prona seperti kondisi ekonomi warga pemilik lahan, wilayah lahan pertanian, transmigrasi atau perkebunan  yang sulit dijangkau dan ada rekomendasi dari Kades setempat," terang Muslim sembari mengaku tujuan Prona ini untuk membantu rakyat kurang mampu memeroleh hak-hak mereka dalam rangka penguatan ekonomi masyarakat miskin.

“Kalau bayar untuk lahan 2 hektar seputaran desa bisa mencapai Rp 2 juta sedangkan daerah kota bisa mencapai ratyusan juta," jelasnya. Muslim menambahkan besar kecilnya biaya membuat sertifikat idasarkan perhitungan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) yang dilihat dari nilai jual objek pajak (NJOP) sesuai pajak bumi dan bangunan (PBB) setempat.
"Jadi dengan adanya program Prona ini rakyat kurang mampu bisa terbantu untuk mendapatkan hak kepemilikan atas tanah dan bangunan mereka," katanya.
Penulis: Tarso
Editor: Hendra Kusuma
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas