• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 2 Oktober 2014
Sriwijaya Post

Penderita Diabetes-Hipertensi Indonesia Diperingkat 12 Dunia

Sabtu, 25 Februari 2012 11:05 WIB
Penderita Diabetes-Hipertensi Indonesia Diperingkat 12 Dunia
SRIPOKU.COM/HUSIN
Dr Yulinato Kusnadi
SRIPOKU.COM - Jumlah penderita diabetes dan hipertensi di Indonesia, ternyata berada diperingkat 12 dunia. Bahkan diperkirakan beberapa tahun mendatang peringkat Indonesia akan naik diposisi keenam dunia.

Hal ini diungkapkan dr Yulianto Kusnadi, SpPD, K-EMD, Finasim saat berbicara di Seminar Kesehatan, pasca pelantikan Komisariat Perhimpunan Dokter Umum (PDUI) se Kabupaten dan Kota di Sumsel, Sabtu (25/2/2012) di Hotel Sintesa Peninsula Palembang.

Menurutnya, orang tua yang positif diabetes maka 50-60 persen akan menurunkan kepada keturunannya. Untuk itu perlu penanganan secara dini, diantaranya mengatur pola makan dan kebiasaan hidup sehat perlu ditingkatkan.

Ia mencontohkan, kondisi medis lainnya, pengetahuan tentang cara mencegah diabetes lebih berharga dibandingkan mengobati.

Oleh karenanya, melakukan pencegahan diabetes harus lebih diutamakan. 

Hal ini terutama berlaku jika seseorang memiliki faktor risiko diabetes sehingga memperbesar peluang menderita penyakit ini.

Berikut adalah 7 cara sederhana untuk mencegah diabetes:
1. Pertahankan berat badan yang sehat.
Sebagian besar orang yang didiagnosis diabetes (biasanya tipe 2) memiliki berat badan lebih. Kelebihan berat dan lemak tubuh akan meningkatkan risiko terkena diabetes.

2. Ketahui riwayat kesehatan keluarga.
Kemungkinan seseorang terkena diabetes di kemudian hari akan meningkat jika di dalam keluarga terdapat satu atau lebih anggota yang menderita diabetes.

3. Tetap aktif secara fisik.
Olahraga teratur bisa membantu mencegah diabetes dengan mengontrol berat badan dan meningkatkan aliran darah. Olahraga sangat penting terutama jika secara genetik seseorang termasuk kelompok dengan faktor risiko tinggi.

4. Makanlah diet yang seimbang, rendah lemak dan gula.
Diabetes merupakan penyakit yang ditandai dengan adanya penurunan kemampuan tubuh dalam memproduksi ataupun menggunakan insulin untuk mengubah gula menjadi energi, sehingga penting untuk membatasi jumlah gula dan karbohidrat yang dikonsumsi.

5. Lakukan pemeriksaan kesehatan.
Setiap orang yang berusia diatas 45 tahun harus memiliki jadwal rutin pemeriksaan kadar gula darah setiap 3 tahun sekali. Namun, jika seseorang termasuk kelompok dengan faktor risiko tinggi, pemeriksaan rutin harus dimulai pada usia lebih dini.

6. Monitor tekanan darah secara teratur.
Sekitar 73 persen orang dewasa dengan diabetes ternyata juga menderita tekanan darah tinggi.

7. Tingkatkan konsumsi buah-buahan dan sayuran segar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bioflavonoid, zat warna dalam buah-buahan dan tanaman, akan merangsang produksi insulin dan menghambat glikasi atau proses pemecahan ikatan molekul glukosa dengan protein sehingga merangsang pembentukan advenced glycation end products (AGEs).

Sementara kebanyakan AGEs tidak berbahaya, sebagian yang lain dapat mengganggu fungsi molekuler dan memberikan kontribusi terhadap kerusakan organ dan saraf.
Penulis: Husin
Editor: Soegeng Haryadi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
111950 articles 17 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas