Selasa, 23 Desember 2014
Sriwijaya Post

Palembang-Lahat 35 Menit

Sabtu, 21 Januari 2012 09:53 WIB

Palembang-Lahat 35 Menit
Sripo/Anton
Ilustrasi.
LAHAT, SRIPO -— Jarak Palembang ke Lahat yang biasa ditempuh enam jam akan diringkas menjadi 35 menit saja. Cukup dengan merogoh kantong Rp 350 ribu, penumpang dari Palembang bisa terbang dengan pesawat Susi Air.

Kehadiran pesawat jenis Cassa ini juga diharapkan dapat membantu mobilitas pengusaha batu bara di Lahat untuk bepergian ke Palembang.
Semua itu akan terwujud setidaknya pada awal tahun depan 2013 saat lapangan terbang (lapter) di Desa Tebing Panjang Kecamatan Tanjung Tebat, Kabupaten Lahat, rampung pada akhir 2012.

“Pemerintah Kabupaten Lahat optimis pembangunan lapter selesai akhir tahun ini sehingga bisa secepatnya dioperasikan. Sampai saat ini pembangunannya memasuki tahap pengukuran landasan pacu (runway). Pembangunannya tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD),” jelas Bupati Lahat H Saifudin Aswari Rifai, Jumat (0/1).

Ditegaskannya, dana pembangunan tidak diambil dari APBD Kabupaten Lahat. Dana berasal dari pihak swasta yang berinvestasi di Bumi Seganti Setungguan.

Saat ini Bandara Tebing Panjang masih terus dikerjakan di atas lahan sekitar 100 haktare. Adapun landasan pacu bandara sepanjang 1.500 meter sehingga bisa didarati pesawat berbadan kecil.
Ditambahkan Aswari, pembangunan fasilitas lain seperti gedung, gudang, serta sarana penunjang lain juga akan secepatnya dikerjakan.

Dengan beroperasinya bandara diharapkan masyarakat terutama kalangan pengusaha akan memanfaatkannya. Pada tahap awal akan digunakan pesawat berbadan kecil.

“Kami sudah melakukan komunikasi dengan beberapa perusahan penerbangan. Manajemen Susi Air siap melayani rute penerbangan Lahat-Palembang. Masyarakat Lahat yang hendak ke Palembang dan ingin tiba dalam waktu singkat dapat menggunakan jasa Susi Air”katanya.

Saat ini dibutuhkan waktu lima hingga enam jam untuk tiba di Palembang. Sementara jika menggunakan jalur udara, diperkirakan hanya memakan waktu sekitar Rp 35 menit.

Sementara untuk harga tiket ongkos yang harus dikeluarkan penumpang sekitar Rp 350 ribu. Mereka akan menggunakan pesawat jenis Cassa, yang mampu mengangkut penumpang hingga 11 orang.
Ditambahkan, target konsumen selain masyarakat umum juga kalangan pengusaha yang beroperasi di Kabupaten Lahat,” ujar Ketua Umum Partai Golkar Kabupaten Lahat ini.

Sementara Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Republik Indonesia Djan Faridz ketika dimintai pendapatnya saat berkunjung ke Lahat, menyambut baik pembangunan bandar di Lahat. Menurutnya akan mampu menunjang perekonomian serta aktivitas dunia usaha di Kabupaten Lahat.

Juragan Ikan
Siapakah pemilik Susi Air? Dulu Susi Pudjiastuti dikenal sebagai juragan ikan dari Pangandaran, Jawa Barat. Namun sejak tahun 2004 Susi Pudjiastuti dan Christian von Strombeck memutuskan melayani menampung hasil pancingan lobster dan ikan segar untuk berbagai pasar di Asia. Awalnya mereka hanya memesan 2 Cessna Caravan.

Peristiwa Tsunami di Aceh tanpa diduga mendatangkan hikmah bagi Susi. Pesawatnya dengan cepat menjadi pilihan untuk membawa petugas kesehatan ke tempat-tempat terpencil.
Christian menjadi pilot pertama yang tiba di Simeulue dan Meulaboh hanya beberapa hari setelah Tsunami. Susi Air pun menorehkan sejarah dengan membuka jembatan udara penting di pulau terpencil.

Dan hanya dalam waktu singkat, Susi Air menjadi maskapai yang dipercaya untuk menyalurkan bantuan dari berbagai dunia. Susi Air memang dikenal memecah kebuntuan transportasi di lokasi yang sulit dijangkau.

Seperti di Flores Timur. Pada akhir 2010, Susi Air hadir untuk menjembatani Kupang-Lewoleba. Di Sumatera Selatan, Susi Air pun beraksi ke Lahat.
(mg10/berbagai sumber)
Penulis: admin
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas