A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Objek Wisata Tebat Gheban Dipenuhi Sampah - Sriwijaya Post
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 Juli 2014
Sriwijaya Post

Objek Wisata Tebat Gheban Dipenuhi Sampah

Senin, 2 Januari 2012 11:49 WIB
Objek Wisata Tebat Gheban Dipenuhi Sampah - GHEBAN.JPG
SRIPOKU.COM/WAWAN SEFTIAWAN
Objek wisata Tebat Gheban dipenuhi sampah kiriman dari kawasan Dusun Gunung Gendang dan Pasar Dempo Permai
SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Musim hujan yang terus menguyur Kota Pagaralam berdampak pada keindahan objek wisata Tebat Gheban di Pagaralam. Kondisi ini membuat objek wisata danau tersebut dipenuhi sampah yang terbawa arus irigasi yang masuk ke kawasan tersebut. 

Pantauan Sripoku.com, Senin (2/1/2012), sebelumnya kawasan objek wisata Tebat Gheban sangat bersih dari sampah. Namun akibat pintu air yang tidak dibuat penyaring sampah, maka membuat sampah dari kawasan Dusun Gunung Gendang, Kecamatan Besemah Serasan dan kawasan Pasar Dempo Permai masuk ke kawasan tersebut. Akibatnya objek wisata tersebut terlihat kotor dan berbau busuk. 

Hal ini dikeluhkan warga Dusun Alun Dua dan para pengunjung yang sering berkunnjung kekawasan tersebut. Tidak hanya warga dan pengunjung yang mengeluhkan kondisi tersebut, warga yang sering mencari ikan menggunakan pancing dan jala juga mengeluhkan banyaknya sampah baik ditepi danau maupun ditengahm

Burhan (40) warga setempat mengatakan, seharusnya pintu air yang masuk ke Tebat Gheban tersebut diberi jaring agar sampah tidak masuk. Namun karena tidak ada jaring tersebut semua sampah yang terbawa arus masuk semua.

"Dulu saat masih ada jaring sampah tidak ada yang masuk. Karena setiap sore ada petugas yang membersihkan sampah dijaring tersebut. Namun karena saat ini tidak ada jaring dipintu masuk air jadi sampah langsung masuk ke danau," ujarnya.
Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Soegeng Haryadi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas