Senin, 24 November 2014
Sriwijaya Post

Jembatan Musi III Mirip Suramadu

Jumat, 23 Desember 2011 18:22 WIB

Jembatan Musi III Mirip Suramadu
nilam-ramadhani.blogspot.com
Jembatan Suramadu
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Belum lagi ada kepastian kapan Jembatan Musi III dibangun, kini desainnya kembali mengalami perubahan. Namun kali ini benar dan sudah final.

Jembatan berikut jalannya memiliki panjang 25 Km dengan bentang jembatan 1,2 Km dan total biaya Rp 3,4 triliun.

Perubahan untuk kesekian kalinya ini dipaparkan Konsultan dan Kepala Sub Direktorat Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Kota Kementerian PU Ir H Bambang Hartadi di hadapan Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH, Jumat (23/12), di ruang Bina Praja Pemprov Sumsel.

Hadir pula Kepala Balai Besar Bina Marga Wilayah IV Bastian Sihombing, Kepala Dinas PU Cipta Karya Sumsel Rizal Abdullah, Asisten II Setdaprov Sumsel Eddy Hermanto.

Berbeda dengan tampilan desain kedua yang memiliki tower miring dan di atasnya ada restoran memutar dengan ketinggian 150-200 meter dan panjang jebatan hanya 1000 meter, tetapi desain kali ini tidak lagi ada retoran.

Desain baru hampir menyerupai Jembatan Suramadu, dengan panjang jalan dan jembatan 25 Km, panjang jembatan 1,2 Km, lebar jalan 42 meter, lebar jembatan 30 meter dengan empat lajur setiap jalur dan kecepatan rencana 80 Km/jam.

Dari sisi biaya, ungkap Bambang Hartadi, untuk pengadaan tanah Rp 733 miliar lebih,  sedangkan perkiraan biaya konstruksi pembangunan jalan  dan jembatan Musi III Rp 3,4 triliun. “Sumber biaya bisa dari APBD dan pinjaman dari luar negeri,” katanya.

Jika semua berjalan lancar, di 2012 dimulai dengan rencana pembebasan lahan seperti kawasan Seberang Ulu, tepatnya di Sungai Pinang wilayah kecamatan Rambutan dan Plaju. Sedangkan di kawasan Seberang Ilir akan melintasi wilayah Kecamatan Sukarami, kecamatan Sako, Sematang Borang, dan Kalidoni. Selanjutnya, di 2012 mulai dilakukan pekerjaan konstruksi.

Dikatakan juga, dua jembatan saat ini (Ampera dan Musi II) sudah berlebih kapasitasya sehingga terjadi kemacetan, yang berdampak meningkatnya waktu tempuh dam kecepatan rata-rata yang tidak rendah.
Penulis: Husin
Editor: Sudarwan

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas