Jutaan Laron Serang Pengendara

Pengendara sepeda motor terutama yang tidak mengenakan kacamata dan kaca helm cukup gelagapan mendapat serangan.

Jutaan Laron Serang Pengendara
SRIPOKU.COM/ZAINI
Ribuan laron yang menyerbu warga di kawasan Jalan Tanjung Api-Api menempel di salah kulkas sebuah warung milik warga, Rabu (2/11) malam
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Jutaan laron menyerang pengendara sepeda motor di Jl Soekarno Hatta Palembang, Sumatera Selatan, tepatnya arah Musi II dan Jl Letjen Sai Sohar Tanjung Api-api, Rabu (2/11) malam.

Pengendara sepeda motor terutama yang tidak mengenakan kacamata dan kaca helm cukup gelagapan mendapat serangan binatang yang terbang yang senang mencari penerangan lampu.

Uci (19), warga Maskarabet yang bermotor ke arah Sukarami terpaksa ekstra hati-hati dan memperlambat lajunya motor karena banyak nya laron yang menghadang di tengah jalan.

Begitu juga dengan Herman (28) yang mengaku hendak pulang dari mancing
dari arah Tanjung Api-Api, terkejut menghadapi banyaknya laron di depannya.

"Aku sudah tutup kaca helm. Tapi masih saja harus pelan karena malam ini termasuk luar biasa banyaknya. Kalau gak percaya hitung sendiri. Bisa jutaan jumlahnya. Itu yang terbang dan lagi mengerubungi lampu. Belum yang sudah jatuh-jatuh ditabrak kendaraan, kalau lebih," ujar Herman.

Bagi masyarakat di rumah pun kesal dengan kedatangan laron di rumah kita, khususnya pada malam hari setelah hujan. Selain sayap-sayapnya mudah terlepas sehingga kita jadi sering menyapu ruangan, semut pun sering datang untuk membawa laron yang sudah mati ke dalam sarang.

Selain itu, cicak-cicak pun berdatangan untuk mengenyangkan perutnya dan tak jarang ada orang-orang yang menangkap laron untuk digoreng atau dibuat pakan ikan.

"Ya sudah lama tidak ada laron. Ini biasa musiman pas habis hujan dan malamnya binatang ini senang mengerubungi lampu. Biasanya kalau kita tidak suka binatang ini ngumpul, dimatikan saja lampu. Tapi kalau yang sudah di jalan, itu hendaknya yang mengendarai terutama motor hati-hati saja agar jangan karena ingin mengejar waktu nanti nabrak," seru Camat Sukarami M Hannif. 

Kawasan Alang-alang Lebar dan Sukarami ini sepertinya jadi sasaran empuk binatang ini barangkali karena masih banyak areal tanah dan hutan. Saat hujan lebat dan cukup lama mengguyur Palembang beberapa hari terakhir ini mengusik sangkarnya. 

Laron-laron akan datang tanpa diundang, tertarik oleh cahaya lampu yang menggantung di tengah ruang tamu. Tidak hanya itu, ketika menikmati makan malam sembari melihat televisi, mereka tidak ketinggalan pula akan ikut bergabung.

Kadinkes Kota Palembang dr Hj Gema Asiani yang dihubungi mengaku dari segi kesehatan binatang ini tidaklah mengganggu untuk kesehatan manusia. 

"Sejauh ini belum ada binatang ini menggangu. Barangkali ini ke Dinas Pertanian," ujar Gema.

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kota Palembang,
Sudirman Tegoeh mengatakan laron pada intinya mengalami metamorpose
dari telur, ulat ke imago (laron dewasa) yang hidupnya tidak lama.

"Umumnya muncul di musim hujan dan cepat berkembang. Mereka mencari
cahaya. Untuk menghindarinya dimatikan saja lamu di rumah. Atau
kurangi sinar. Tapi kalau lampu jalan, sulit juga untuk keamanan orang
berkendara. Timbulnya sewaktu-waktu, paling dua hari. Setelah imago
dewasa, ia akan mati. Apalagi pada siang hari terkena matahari ia akan
mati dengan sendirinya. Binatang ini bukan hama, tapi menjengkelkan.
Tapi kalau untuk pencegahan insektisida di areal tempat umum, sulit
karena takut terhisap manusia," jelas Sudirman  Tegoeh.

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Sudarwan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved