• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 2 Oktober 2014
Sriwijaya Post

Yang Jelek dan Salah tak Boleh Ditutupi

Rabu, 26 Oktober 2011 09:30 WIB
Yang Jelek dan Salah tak Boleh Ditutupi
www.kodam-ii-sriwijaya.mil.id
PANGDAM II/SWJ. MAYJEN TNI S. WIDJONARKO, S. Sos., M.M., M.Sc.
PALEMBANG, SRIPO — Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI S Widjonarko S Sos MM Msc, menegaskan pihaknya mengikuti aturan hukum yang ada. Siapa yang bersalah diproses secara hukum.

“Kita tidak boleh menutupi yang jelek dan salah karena tuhan pasti tahu itu semua karena manusia mahluk lemah,”ungkap Widjonarko saat dihubungi melalui telepon, Selasa (25/10).

Penegasannya itu terkait bentrok antara sejumlah oknum TNI dengan warga di Jl AKBP H Umar, Rimbo Kemuning, Senin (24/10) malam. Peristiwa itu menewaskan anggota Bek Ang II SWJ Pratu Kusnanto.

Selain itu Widjonarko juga berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi setiap pihak agar kedepan tidak terulang kembali. Jadi diharapkan semua pihak bisa menahan diri dan menyelesaikannya dengan kepala dingin.

Menurutnya prajurit Kodam II Sriwijaya harus dekat dengan masyarakat karena TNI dari rakyat dan untuk rakyat sehingga diperlukan kerjasama semua komponen agar kondisi Sumsel terus kondusif.

Dan pihaknya akan melakukan berupaya sebaiknya. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan ke depannya, Pangdam mengimbau kepada setiap pimpinan prajurit harus dekat dengan bawahannya agar setiap permasalahan dapat diselesaikan tanpa harus saling adu otot.

“Pimpinan harus dekat dengan bawahannya, minimal seminggu sekali ketemu biar kejadian seperti ini tidak terjadi,”tukas jenderal bintang dua ini.

Untuk oknum prajurit TNI Bekang AD yang diduga terlibat, menurutnya sekarang masih dalam pemeriksaan pihak POM dan kesatuannya di Bekang AD, sejauh mana keterlibatan mereka. Dan jika setelah dilakukan penyidikan ada oknum prajurit yang salah, Pangdam mengatakan dirinya tidak segan-segan memberikan tindak secara tegas kepada bawahannya.

Mengaku Menusuk
Sementara itu, Polresta dan Polda menyimpulkan dugaan sementara yang menusuk tu Kusnanto adalah Budi Setiawan (33). Hal ini diakui Budi ketika diinterogasi penyidik di Polresta Palembang, Selasa (25/10).

Pratu Kusnanto (26), anggota TNI dari kesatuan Bekang Kodam II Swj, tewas pasca bentrokan antar warga. Kusnanto tewas dengan dua luka tusuk di dada kiri dan satu liang di punggung kanan. Ia tewas akibat kehabisan darah.

Anggota TNI sebanyak 30 orang menyerang warga hanya gara-gara temannya cekcok mulut dengan warga saat mengatur jalan yang macet.

Selain itu anggota TNI yang datang menyerang sempat diteriaki maling hingga warga masyarakat berkumpul dan berusaha menyerangnya. Karena kalah jumlah anggota TNI tersebut lari tunggang langgang. Tetapi naas Pratu Kusnanto tewas di tangan warga setelah mengalami luka tusuk tiga lubang.

Kapolresta Palembang Kombes Pol Drs Agus Sulistiyono mengungkapkan dugaan sementara mengarah ke Budi Setiawan.

“Hasil penyelidikan polisi sementara Budi Setiawan mengaku ia melakukan penusukan tetapi ia tidak tahu apakah Pratu Kusnanto yang ditusuknya atau bukan. Dugaan mengarah ke Budi karena ia terlibat perkelahian dengan korban,” kata Kasatreskrim Kompol Frido Situmorang.

Selain itu keluarga Budi Setiawan membuat laporan ke Denpom II-4 Palembang untuk kasus pengeroyokan yang dilakukan anggota TNI. Sedangkan untuk jenazah Pratu Kusnanto dibawa ke Jambi untuk di semayamkan di kediamannya.

Sempat Didamaikan
Pratu Kusnanto anggota TNI yang malang itu bertugas sebagai sopir komandannya. Korban dikenal tidak banyak ulah. Waktu tragedi itu ternyata Pratu Kusnanto hanya ikut-ikutan diajak temanya sesama anggota TNI dari Bekang tanpa tahu duduk permasalahan yang terjadi.

Sementara itu, pasca bentrokan antara warga dan oknum TNI, Selasa (25/10) Jalan AKBP H Umar terlihat lengang. Tidak ada warga yang kongkow di pinggir jalan. Hanya ada beberapa tukang ojek yang duduk menunggu penumpang di kawasan yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

Ketua RT 1 Kelurahan Ario Kemuning Jhin Edison ketika ditemui di rumahnya yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian menjelaskan, pemicu bentrok antara warga dan oknum TNI disebabkan karena oleh salah paham saat jalan macet.
(mg15/mg14/cw7)
Penulis: admin
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
97152 articles 17 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas