Rabu, 8 Juli 2015

Yang Jelek dan Salah tak Boleh Ditutupi

Rabu, 26 Oktober 2011 09:30

Yang Jelek dan Salah tak Boleh Ditutupi
www.kodam-ii-sriwijaya.mil.id
PANGDAM II/SWJ. MAYJEN TNI S. WIDJONARKO, S. Sos., M.M., M.Sc.

“Kita tidak boleh menutupi yang jelek dan salah karena tuhan pasti tahu itu semua karena manusia mahluk lemah,”ungkap Widjonarko saat dihubungi melalui telepon, Selasa (25/10).

Penegasannya itu terkait bentrok antara sejumlah oknum TNI dengan warga di Jl AKBP H Umar, Rimbo Kemuning, Senin (24/10) malam. Peristiwa itu menewaskan anggota Bek Ang II SWJ Pratu Kusnanto.

Selain itu Widjonarko juga berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi setiap pihak agar kedepan tidak terulang kembali. Jadi diharapkan semua pihak bisa menahan diri dan menyelesaikannya dengan kepala dingin.

Menurutnya prajurit Kodam II Sriwijaya harus dekat dengan masyarakat karena TNI dari rakyat dan untuk rakyat sehingga diperlukan kerjasama semua komponen agar kondisi Sumsel terus kondusif.

Dan pihaknya akan melakukan berupaya sebaiknya. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan ke depannya, Pangdam mengimbau kepada setiap pimpinan prajurit harus dekat dengan bawahannya agar setiap permasalahan dapat diselesaikan tanpa harus saling adu otot.

“Pimpinan harus dekat dengan bawahannya, minimal seminggu sekali ketemu biar kejadian seperti ini tidak terjadi,”tukas jenderal bintang dua ini.

Untuk oknum prajurit TNI Bekang AD yang diduga terlibat, menurutnya sekarang masih dalam pemeriksaan pihak POM dan kesatuannya di Bekang AD, sejauh mana keterlibatan mereka. Dan jika setelah dilakukan penyidikan ada oknum prajurit yang salah, Pangdam mengatakan dirinya tidak segan-segan memberikan tindak secara tegas kepada bawahannya.

Halaman123
Penulis: admin
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas