Sabtu, 29 November 2014
Sriwijaya Post

Tiga Alat Berat Dibakar, Warga Serang Lokasi Tambang

Jumat, 21 Oktober 2011 09:48 WIB

Tiga Alat Berat Dibakar, Warga Serang Lokasi Tambang
images.bangkapos.com
Ilustrasi.
LAHAT, SRIPO — Diduga kesal dengan tidak selesainya permasalahan sengketa tanah dengan PT Budi Gema Gempita (PT BGG), ratusan warga dari tiga desa di Kecamatan Merapi Timur membakar alat berat di area pertambangan, Rabu (19/10) siang. Akibatnya tiga alat berat mengalami kerusakan cukup parah, selain itu satu orang karyawan yang berada di lokasi mengalami luka cukup serus karena menjadi sasaran amuk warga.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, warga dari tiga desa yakni Banjar Sari, Gedung Agung dan Arahan yang jumlahya mencapai ratusan orang, awalnya hendak menandai lahan mereka yang sudah diserobot. Hal tersebut sesuai dengan hasil pertemuan dengan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lahat beberapa waktu lalu, yang akan membentuk tim khusus. Namun diduga karena sudah kehabisan kesabaran karena sengketa lahan dengan PT BGG tidak kunjung usai, mereka lalu berpencar dan mendatangi tiga alat berat yang digunakan untuk membuka lahan untuk dijadikan area pertambangan batubara.

Seorang karyawan perusahaan yang saat bersamaan sedang mengawasi mesin bor di lokasi kejadian, tidak luput dari aksi anarkis warga. Meski sudah berusaha menghindar dan pergi dengan menggunakan sepeda motor, pria bernama Somateri tersebut tetap dianiaya. Ia dipukul dan ditendang, sehingga mengalami luka memar di sekujur tubuhnya.

Beberapa jam kemudian anggota Polsek Merapi Barat baru tiba di tempat kejadian perkara, disusul anggota dari Polres Lahat yang diperbantukan untuk melakukan pengamanan . Namun mereka hanya mendapati kobaran api, yang sudah melahap tiga alat berat milik PT BGG. Area TKP kemudian dipasangi garis polisi, agar mempermudah melakukan penyelidikan.

Menurut Kades Gedung Agung Feriadi dan Kades Banjar Sari Mulyadi, pihaknya sudah tidak bisa merendam emosi warganya yang sudah sampai puncaknya. Menurutnya, ratusan warga merasa hak mereka dirampas pihak perusahaan. Meskipun sudah melapor ke Polres Lahat dan mengadu ke DPRD Kabupaten Lahat, namun tetap tidak ditemukan penyelesaian.

Sementara menurut Amir pimpinan PT BGG, akibat aksi tersebut tiga alat berat milik perusahaannya mengalami kerusakan cukup parah. Sehingga pihaknya mengalami kerugian sekitar Rp 2,5 miliar. Selain itu satu orang pegawai perusahaan bernama Somantri bagian Geologi, harus mendapat perawatan karena menjadi sasaran pemukulan warga.

Sementara Kapolres Lahat AKBP Benny Subandi bersama Dandim 0405 Lahat Letkol Fathur Rochman serta Wakil Bupati Lahat Sukandi Duadji, langsung melakukan pertemuan dengan warga dan perangkat desa untuk melakukan dialog. Sebelumnya sempat tersiar kabar jika Kapolda Sumsel yang melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Lahat, juga akan hadir dalam pertemuan tersebut. Namun entah mengapa hingga acara selesai, tidak kunjung datang.

Kapolres Lahat AKBP Benny Subandi menjelaskan, untuk mengamankan situasi pihaknya sudah menerjunkan satu peleton anggota Samapta untuk membantu pengamanan. Mereka akan memback up anggota Polsek Merapi Barat, untuk menjaga situasi agar tetap kondusif dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu lahan yang saat ini menjadi sengketa, ditetapkan sebagai status quo sesuai dengan kesepakatan warga, pihak perusahaan yang dimediasi pihak kepolisian. Sehingga kegiatan clering terhadap lahan yang dilakukan alat berat PT BBG, dihentikan sementara waktu hingga ada keputusan selanjutnya.

Namun Benny menolak jika pihaknya dianggap kecolongan, dengan aksi yang dilakukan warga. Karena menurutnya Polres Lahat melalui Polsek Merapi Barat tetap memonitor, karena sengketa lahan tersebut sudah berlangsung lama dan sangat rawan terjadi konflik. Ia anya menyesalkan sikap warga dan pihak perusahaan yang kurang proaktif menjalin komunikasi dengan Polres, sehingga terjadi aksi tersebut.

Tambahnya, Polres Lahat Pasca peristiwa pengrusakan terhadap alat berat PT BBG, anggota Reskrim Polres Lahat sudah mengamankan dua orang warga yakni AY (Ahmad Yani alis Datu) (40) warga Desa Rantau Penantian dan Su (Supri) (35) warga desa Gedung Agung. (mg10)
Penulis: admin
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas