Kapolda Sumsel: Ada Hal yang tak Terjembatani
Kapolda Sumsel Irjen Pol Dik dik Mulyana Arief Mansur menyatakan ada hal-hal yang tak terjembatani sehingga timbul konflik.
Penulis: Mat Bodok | Editor: Soegeng Haryadi
Menurutnya, ia ingin mengetahui secara detail akar permasalahan, sehingga terjadi bentrokan terjadi. Dikdik menilai poltensi terjadinya bentrokan serupa bisa terjadi bentrokan kapan saja.
“Saya ingin mengetahui secara mendalam akar permasalahan, sehingga bisa sama-sama dicari jalan keluarnya,” kata Kapolda Sumsel Irjenpol Dikdik Mulyana Arief Mansur didampingi Kapolres OKI AKBP Agus F SIk, Kamis (11/8/2011).
Kedatangannya di Desa Sungai Sodong, selain ingin melihat dari dekat warga juga berdialog secara langsung dengan warga. Sehingga, pihak kapolda banyak menampung aspirasi dan kendala warga selama ini.
“Ternyata hal-hal yang selama ini terjadi, tidak terjembati dan saat inilah baru kita temukan. Ternyata kebenaran yang mereka yakini dan kebenaran yang kita belum pernah menyambung,” ujar Kapolda.
Dari dialog selama dua jam terungkap terjadi rebutan lahan antara PT SWA dengan masyarakat setempat. ”Masyarakat merasa memiliki 298 SPT dari lahan, sementara SPT ini tidak diukur secara akurat, yang dikelola oleh PT SWA ada 300 hektare lebih, sehingga terjadi rebutan antara pihak perusahaan dan masyarakat, tidak jelas hak mereka ada berapa, akhirnya mereka menguasai sendiri-sendiri,” ucap Kapolda.
Sedangkan, dari kunjungan tadi, masyarakat berharap dikembalikan haknya. “Tetapi ketika kita minta bukti yang menguatkan kalau lahan itu ada haknya, hal itu tidak bisa terjawab, tetapi kita bekerjsama dengan pemda terus berupaya untuk mencari jalan keluar sehingga hal yang tidak kita inginkan tidak perlu terjadi lagi,” ujar Kapolda.