Senin, 27 April 2015

Perempuan Indonesia Ditantang Mega Jadi Presiden

Kamis, 9 Juni 2011 17:43

"Saya bertanya, apakah akan ada perempuan yang bisa menggantikan saya sebagai presiden. Hingga saat ini, saya adalah satu-satunya perempuan di Indonesia yang menjadi presiden," kata Megawati saat memberikan "Kuliah Presiden" memperingati Hari Lahir Pancasila di Universitas Janabadra (UJB), di Yogyakarta, Kamis (9/6).

Menurut Megawati, bila dalam waktu kurang dari 25 tahun mendatang sudah ada perempuan yang menjadi Presiden Republik Indonesia, maka ia akan memberikan apresiasi yang sangat besar.

Perempuan, lanjut dia, tidak berbeda dengan kaum laki-laki, dan satu-satunya yang bisa dilakukan perempuan untuk lebih mengungguli kaum laki-laki adalah di kepandaiannya.

"Ayah saya (Presiden I Republik Indonesia Soekarno-red) memberikan dorongan dan semangat agar perempuan tidak merasa kalah dari kaum laki-laki," katanya.

Ia juga berpesan kepada generasi muda agar memiliki keyakinan dan kepercayaan diri agar tidak kalah dengan bangsa lain di dunia, karena kurangnya kepercayaan diri tersebut bisa berakibat pada kalahnya bangsa Indonesia saat bersaing dengan bangsa lain di dunia.

Untuk menumbuhkan kepercayaan diri itu, lanjut dia, adalah selalu berpegang pada Pancasila sebagai ideologi negara, karena sebenarnya Pancasila itu sudah berada dalam sanubari masyarakat Indonesia.

"Pancasila harus diimplementasikan secara konsekuen agar seluruh sendi kehidupan bangsa bisa berjalan secara berdaulat termasuk politik dan ekonomi," katanya.

Halaman12
Editor: Sudarwan
Sumber: Antara
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas