Hakim Putuskan Perkara Bibit-Chandra Lanjut ke Pengadilan

Hakim Putuskan Perkara Bibit-Chandra Lanjut ke Pengadilan

Chandra Hamzah dan Bibit Samad Rianto

TRIBUNNEWS.COM

JAKARTA- Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan mengabulkan sebagian permohonan pemohon Anggodo Widjojo.

Dengan dikabulkannya ini, maka Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKPP) dengan tersangka Bibit Samad Rianto dan Chandra Marta Hamzah yang dikeluarkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan tidak sah. Hakim juga memerintahkan agar perkara Bibit-Chandra disidangkan.

Demikian diputuskan hakim tunggal Nugraha Setiadji di ruang sidang utama Oemar Seno Adji, Senin (19/4/2010). "Menolak eksepsi termohon I (Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan) dan mengabulkan sebagian permohonan pemohon," ujar Nugraha.

Dalam putusannya, Nugraha memakai pertimbangan OC Kaligis bahwa perkara Bibit dan Chandra sudah lengkap atau P21. Dengan demikian,berkas perkara seharusnya dilayangkan ke pengadilan untuk disidangkan.

"Pada pokoknya perkara yang sudah lengkap atau P21 harus disampaikan ke pengadilan," ujar Nugara.

Selain itu, Nugraha juga menolak eksepsi Kejaksaan Negeri (Kejari) Jaksel yang mengeluarkan SKPP yang mengatakan bahwa pemohon bukan pihak ketiga yang berkepentingan dengan mengatasnamakan sebagai saksi korban. Karena dalam tindak pidana korupsi yang dikenal adalah peran serta masyarakat.

Namun menurut Nugraha dengan mengacu pendapat akhi Chairul Huda, bahwa saksi korban berhak mengajukan praperadilan dan dalam tindak pidana korupsi ada saksi korban.

"Tidak benar kalau dalam tindak pidana korupsi tidak ada korban. Menurut saksi ahli Chairul Huda dan OC Kaligis bahwa saksi korban adalah korban atau menjadi bagian korban dari tindak pidana," ujarnya.

Selain itu, Nugraha juga menolak eksepsi Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan bahwa keluarnya SKPP didasarkan pada alasan yuridis dan sosiologis.

Nugraha melihat alasan sosiologis yang mempertimbangkan asas kepentingan umum dan kebatinan masyarakat tidak sesuai KUHAP, berdasar pendapat OC Kaligis. "Kalau alasan kebatinan, ahli kebatinan mana yang hendak dibuktikan?" tambahnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help