Dari Garmen Kini Bisnis Pesawat

CHANDRA Lie dulu bukan siapa-siapa. Tapi kini siapa tak kenal dengan Presiden Direktur PT Sriwijaya Air ini. Terutama di kalangan pengusaha ibukota, nama Chandra tak asing lagi. Dialah pengusaha pemilik maskapai Sriwijaya Air yang mulai go internasional itu.
Chandra (45), putra kelahiran Pangkal Pinang ini memulai jiwa bisnisnya di usaha garmen. Namun kurang puas dengan usaha itu, Chandra memasuki dunia penerbangan. Chandra memulai bisnisnya dengan coba-coba masuk ke dunia penerbangan, dipercaya mengelola sebuah pesawat  oleh koleganya. Dengan tenaga seadanya, pengusaha garmen itu mengelola pesawat itu dengan melayani angkutan kargo dan penumpang. Sendirian tanpa bantuan orang lain. “Saya percaya dengan jiwa bisnis saya,” katanya kepada PersdaNetwork.
Memasuki usaha penerbangan bukanlah pekerjaan mudah kala itu atau tepatnya di awal tahun 2000-an. Juga karena bisnisnya di usaha garmen tetap jalan. Praktis dia tetap membagi tenaga dan pikirannya di kedua bisnis itu.
Merasa jiwanya di bisnis penerbangan, Chandra mengajak anggota keluarganya seperti Hendry Lie,  Johanes B, dan  Andy Halim membuat maskapai sendiri. Dengan bentuk kepemilikan usaha adalah 100 persen swasta murni mereka memberanikan diri mengambil armada sendiri satu pesawat B737- 200 pada tanggal 10 November 2003. Pesawat itu mereka beri nama Sriwijaya Air dan  berhasil melakukan penerbangan perdana dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang-Jakarta, Jakarta-Palembang-Jakarta, Jakarta-Jambi- Jakarta dan Jakarta- Pontianak-Jakarta.
“Saya mengambil nama Sriwijaya Air karena Sriwijaya dikenal sebagai kerajaan besar yang disegani sampai ke luar negeri waktu itu. Bahkan Laksamana Cengho dari China khusus datang ke Sriwijaya waktu itu melihat langsung pengaruh kerajaan,” kata Chandra.
Dimulai dari satu pesawat saja, kini dalam enam tahun Sriwijaya Air telah memiliki 18 Armada dengan lebih dari 32 kota tujuan domestik dan 2 kota tujuan internasional. Dan dalam waktu dekat akan menambah 10 Armada Boeing 737 seri 300 dan seri 400 guna menambah rute baru , frekuensi penerbangan domestic dan internasional. “Saya punya otak bisnis dan saya mengajak orang lain yang paham pesawat,” jelasnya.
Kini perusahaan yang dipimpin Chandra telah mempekerjakan sekitar 3.500 karyawan seluruh Indonesia. Obsesi Chandra ke depan tidak muluk-muluk. Dia ingin nama Sriwijaya Air mengulang kebesaran kerajaan Sriwijaya beberapa abad lalu di tengah dunia internasional.
Menjadikan Sriwijaya Air maskapai milik orang pribumi dan berkibar di negeri sendiri dan negara lain.
Corporate Secretary Sriwijaya Air Hanna Simatupang kagum dengan visi bisnis yang dimiliki Chandra. “Pak Chandra ingin membangun transportasi nasional yang tidak dipikirkan pemerintah,” ujar Hanna.
Menurut dia Chandra punya keinginan membangun multimoda transportasi nasional yang menggabungkan antara transportasi darat, laut, dan udara. “Setelah pesawat Pak Chandra berniat mebuat angkutan darat, kereta, dan sebagainya. Dia ingin merajut transportasi nusantara”.
Menurut Hanna, tak susah bagi Chandra mewujudkan keinginannya itu karena pengusaha tersebut punya keinginan dan tekad bekerja keras yang kuat dan disiplin.  “Ini modal utama untuk sukses,” ujarnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved