Palembang-Lubuklinggau 35 Menit
Tayang:
Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH naik tangga pesawat Aviastar Rute Palembang-Lubuklingau, sebagai dibukanya jalur penerbangan dalam provinsi
SRIPO/HUSIN
PALEMBANG - Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH dan rombongan, Jumat (16/7), menjajal penerbangan perdana Palembang-Lubuklinggau dengan pesawat komersil Aviastar BEA 146-200 dari Bandara Internasional SMB II Palembang. Jarak Palembang-Lubuklinggau yang biasanya ditempuh tujuh jam melalui jalur darat kini hanya ditempuh 35 menit.
Alex Noerdin didampingi Edwin Wijaya dan Minoca, selaku pemilik (owner) Aviastar beberapa menit sebelum berangkat, kepada Sripoku.com mengatakan, ia sangat memuji langkah cerdas Bupati Mura Drs H Ridwan Mukti, yang jeli melihat kebutuhan masyarakat karena tidak hanya warga Mura tetapi juga dibekap oleh Kota Lubuklinggau, Pagaralam, Lahat dan Empatlawang dan sekitarnya.
"Bupati Mura ini tidak banyak bicara. Ia diam, tetapi ia terus bergerak. Inilah hasilnya," kata Alex Noerdin.
Dengan dibukanya jalur penerbangan Palembang-Lubuklinggau-Jakarta, Alex Noerdin menilainya sebagai prestasi yang luar biasa dari kinerja seorang bupati sehingga Pemprov menapresiasinya karena telah memenuhi keinginan masyarakatnya.
"Pesawat ini rutenya Palembang-Lubuklinggau dan terbang lagi ke Jakarta. Artinya, Sumsel semakin terbuka dan mudah di jangkau," katanya.
Sementara Station Manager Aviastar Palembang, Rowitta Sally F mengatakan, pesawat Aviastar dengan Nomor Penerbangan BEA 146-200 berkapasitas 60 orang penumpang dengan empat mesin jenis jet turbo sehingga Palembang-Lubuklinggau ditempuh 35 menit.
Saat uji kelayakan penerbangan dari Jakarta-Bangka-Palembang-Lubuklinggau, suasana penerbangan nyaman dan tidak ada terdapat goncangan.
"Orang selalu bilang kalau pesawat kecil, pasti ada goncangan. Namun hasil uji penerbangan kemarin, semuanya lancar dan nyaman," katanya.
Untuk Palembang-Lubuklinggau dengan mendarat di Bandara Silampari (Mura) harga tiketnya Rp 350.000/seat dengan jadwal penerbangan setiap Kamis dan Minggu. Begitu sebaliknya Lubuklingau-Jakarta.