Sabtu, 27 Desember 2014
Sriwijaya Post

Pemkab Naikkan Pajak Galian C

Kamis, 15 April 2010 18:11 WIB

Pemkab Naikkan Pajak Galian C

AKTIVITAS penambang galian C di sekitar sungai Lematang Kabupaten Lahat (foto diambil Beberapa waktu lalu).

SRIPO/EVAN HENDRA

LAHAT – Tarif pajak galian C mengalami kenaikan sejak 1 April 2010 lalu berkisar antara 30 hingga 40 persen. Kenaikan retribusi itu sendiri berdasarkan Peraturan Daerah (perda) No 5/2009 perihal pajak pemgambilan bahan golongan galian C. Juga sebagai tindak lanjut dari peraturan bupati (perbup) No 27/2009 tentang standar harga bahan galian golongan C tertanggal 31 Desember 2009 lalu.

“Kita sudah memberlakukan tarif pajak baru untuk bahan tambang galian C,” ungkap Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (PPKD) Kabupaten Lahat HM Rudi Thamrin SH MM melalui Kepala Bidang (Kabid) Pajak dan Retribusi Daerah Indra Wijaya SE MM, Rabu (14/4).

Indra menambahkan, ada 14 item yang masuk dalam perbup dan perda tentang bahan galian golongan C yang mengalami kenaikan pajak. Rincian kenaikan tersebut lanjutnya yakni, untuk pasir dengan harga standar Rp 82,5 ribu akan dikenakan pajak sebesar 20% yakni menjadi Rp 16,5 ribu per-meter kubik. Sedangkan untuk pasir uruk seharga Rp 80 ribu menjadi Rp 16 ribu per-meter kubik. Krokos/sirtu Rp 93,5 ribu dengan pajak sebesar Rp 18, 7 ribu per-meter kubik.

Dan untuk aggregat A dengan harga Rp 120,5 ribu akan dikenakan pajak sebesar Rp 24,1 ribu per-meter kubik. Dan Aggregat B dengan harga Rp 110,5 ribu dikenakan pajak sebesar Rp 22,1 ribu permeter kubik. Sedangkan untuk aggrigat C dengan harga Rp 90 ribu dikenakan pajak sebesar Rp 18 ribu permeter kubik. Selanjutnya kata dia, untuk batu kali dengan harga Rp 110 ribu akan dikenakan pajak Rp 22 ribu per meter kubik.

“Awalnya pengusaha bahan galian golongan C keberatan dengan tarif pajak baru tersebut,” terangnya.

Indra mengatakan kenaikan pajak galian C tersebut sudah di sosialisasikan kepada seluruh pengusaha dan sopir yang mengangkut hasil sumber daya alam (SDA) itu. “Setelah kita berikan penjelasan langsung ke lapangan, akhirnya para pengusaha bisa menerima kenaikan pajak tersebut,” akunya.

Menurut Indra, tahun 2010, PPKD memiliki target pajak galian C sebesar Rp 5 M. Tahun sebelumnya hanya Rp 4,5 M. Tentu saja kata dia, peningkatan PAD akan terbantu dengan galian Golongan C. Namun, tetap ada kekhawatiran faktor lingkungan akibat galian golongan C tersebut.

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas