A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Rumah Elegan Dengan Desain Klasik Tradisional - Sriwijaya Post
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 20 April 2014
Sriwijaya Post

Rumah Elegan Dengan Desain Klasik Tradisional

Sabtu, 13 November 2010 21:18 WIB







BANYAK macam
- cara untuk menata dan memperindah rumahnya. Banyak gaya yang sudah dianut warga Indonesia untuk mempercantik rumah, seperti gaya kontekstual, klasik tradisional, maupun kosmo, serta disusul dengan maraknya desain modern minimalis. Kesemuanya tampil dengan ciri khas dan keunikan masing-masing, tergantung kepribadian serta keinginan si pemilik rumah.

Seperti yang diterapkan Sri Rahayu Suroso, yang cendrung memoles rumahnya yang berada di Jl Dharmapala No 33 Palembang dengan beberapa ukiran serta kramik untuk dijadikan penghias rumah. Kesan rumah yang bertema klasik tradisonal begitu kental dengan penempatan kramik-

kramik kuno di ruang tamu, ruang keluarga dan teras bagian belakang rumah. Ditambah lagi dengan furnitur yang berdesain klasik dengan ukiran dan berbagai corak. Atmosfer klasik tempo dulu benar-benar tersaji di depan mata. Bila Anda masuk ke dalam rumah, maka akan terasa elegan.

Menurut Sri Suroso ini, rumahnya yang sudah berdiri sejak tahun 1980 ini awalnya berdesain minimalis. Hingga dilakukan perehaban pada tahun 1986 dan lambat laun berganti desain menjadi lebih klasik tradisional. Pergantian ini disebabkan hobinya yang suka mengumpulkan barang-barang kuno seperti kramik serta ukiran dengan berbagai corak. Namun ia tidak ingin  disebut

kolektor, karena menurutnya hanya sebatas hobi saja serta mengembangkan tata rumah.
Awalnya penataan keramik belum seperti sekarang. Sebelumnya rumahnya lebih didominasi dengan berbagai furnitur klasik. Berbagai corak ukiran tersaji baik lemari, meja, serta kursi. Mulai dari ukiran khas Jawa, Madura, serta Palembang menghiasi isi rumah. Untuk lebih mempermanis, ia kemudian menggunakan keramik sebagai penyeimbang. Keramik dari berbagai jenis pun satu

persatu dikumpulkan di sela-sela kesibukannya. Mulai dari keramik modern, hingga keramik kuno yang sudah berumur ratusan tahun. Baik itu buatan cina, Jepang serta Eropa. “Semua keramik saya beli dari dalam negeri. Tidak ada yang dari luar,” imbuh penyuka traveling ini.
Teras Belakang Rumah

Nuansa desain klasik tradisional juga tersaji di teras bagian belakang rumah Sri Suroso. Dua buah kursi besar dengan ukiran Jawa dan Madura di letakan di sisi kiri teras seluas 8x8 M. Lampu gantung  yang bergaya kuno serta kursi malas yang diletakan di pojok kiri, semakin menguatkan sisi tradisonalnya.

Menurut Sri Suroso, teras belakang rumahnya ini sudah berubah fungsi menjadi ruang tamu. Karena hampir setiap tamu yang datang ke rumahnya lebih memilik duduk di teras dibanding di ruang tamu. Alasan mereka, selain nuansa klasik yang disajikan membuat betah. Mereka juga bisa menikmati pemandangan dengan nuansa hijau di halaman belakang rumahnya yang cukup luas.

Jika diperhatikan alasan para tamu memang masuk akal. Sajian klasik di teras diperkaya dengan hamparan  hijau pepohonan yang menyejutkan mata di halaman belakang rumah. Berbagai jenis bunga pun ikut menghiasi semua sudut teras serta berbagai macam poho kamboja yang berjejer rapi. “Tamu yang datang lebih senang di teras dari pada di ruang tamu. Hingga berubah fungsi dengan sendirinya,” jelasnya. (Tommy sahara)




Rumah Pusat Kehidupan
RUMAH bukan hanya sekedar tempat tinggal, namun merupakan pusat kehidupannya. Itula ungkapan Sri Rahayu Suroso ketika dibincangi Sripo, Sabtu (13/11). Menurutnya, kemanapun ia pergi, di hotel mewah manapun menginap. Ia pasti dan selalu merindukan rumahnya. Bagi ibu lima orang anak ini, tidak ada tempat lain senyaman rumahnya.  “Rumah bagi saya segalanya. Pusat kehidupan saya ada di sini,” imbuh istri dari Prof dr Suroso AN, SpKK (K) PMS ini.

Disela-sela kesibukannya di berbagai kegiatan, terkadang membuatnya harus meninggalkan rumah. apalagi jika menjadi pembicara di luar kota, dan harus menginap beberapa hari. Tentu membuatnya harus meninggalkan rumah sementara waktu. Kerinduan ingin segera pulang ke rumah pasti selalu datang, hingga ingin sesegera mungkin tiba di rumahnya yag berada di Jl Dharmapala No 33 Palembang.

Nenek delapan orang cucu ini mengaku, menjadikaan teras bagian belakang rumahnya sebagai tempat favorit. Menurutnya selain tempatnya nyaman, dan ia sendiri yang mendesain. Dari sana ia dapat memperhatikan semua tanamann yang menjadi koleksinya. Ada beberapa jenis anggrek, tanaman hias, hingga puluhan jenis kamboja yang berjejer rapi.

Bukan saya saja yang menjadikan teras bagian belakang sebagi tempat favorit. Tamu-tamu yang datang pun menyatakan hal yang sama. Mereka malah lebih senang di sana dari pada di ruang tamu,” jelas Sri Suroso sambil menunjukan berbagai koleksi tanamannya. (Tommy Sahara)

Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
52489 articles 17 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas