Minggu, 23 November 2014
Sriwijaya Post

Wacana Jadi Kabupaten Prabumulih Muncul

Selasa, 13 Juli 2010 15:50 WIB

PRABUMULIH - Wacana perubahan status Kota Prabumulih menjadi Kabupaten Prabumulih muncul. Hal itu menyusul keinginan tokoh masyarakat delapan kecamatan Kabupaten Muaraenim untuk bergabung ke wilayah Prabumulih.

Keinginan kedelapan kecamatan itu diwakilkan melalui kedatangan tokoh masyarakat ke Kantor Walikota Prabumulih dan kediaman Ketua DPRD Prabumulih. Mereka menyatakan keinginan untuk bergabung dengan menggunakan tata krama adat.

“Mereka mengungkapkan keinginan dengan membawa lemang, seperangkat sirih, beberapa lembar uang ribuan serta perlengkapan lainnya. Cara penyampaian mereka merupakan keinginan yang amat sangat dan itu kita hargai. Karena budaya itu tidak jauh berbeda dengan budaya warga Prabumulih,” katanya.

Orang nomor satu di Prabumulih ini mengatakan, sebelum wacana itu menjadi konsumsi media keinginan mereka baru diterima secara kekeluargaan. Menurutnya, suatu wilayah yang ingin berpisah dari kabupaten induknya harus melepas diri secara baik-baik. Ada prosedur atau aturan hokum yang mengatur hal itu.

"Saya sarankan agar keinginan mereka disampaikan terlebih dulu kepada wakil mereka di DPRD Muaraenim," katanya.

Ketua DPRD Prabumulih, Andriansyah Fikri menilai, munculnya keinginan itu karena masyarakat setempat merasa sudah dekat dengan Prabumulih. Dari sisi perekonomian, mereka lebih banyak berbelanja dan mencari nafkah di Bumi Seinggok Sepemunyian itu.

Keinginan delapan kecamatan di Muaraenim itu bukan hal yang baru. Sebelumnya beberapa desa yang masuk dalam wilayah Ogan Ilir (OI) juga menyatakan hal serupa.

"Tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa. Jika kita berjuang takutnya dinilai mau menyerobot," katanya.

Jika kedepan keinginan seluruh desa dan kecamatan di kedua kabupaten itu terwujud, wacana Prabumulih menjadi kabupaten bakal terwujud. Atau jika tidak, Kota Prabumulih dapat menjadi kota dalam kabupaten seperti Lubuklinggau.

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas