Rabu, 26 November 2014
Sriwijaya Post

Rumah Cantik dengan Taman Mungil

Sabtu, 12 Maret 2011 14:00 WIB

HUNIAN semungil apa pun bisa memiliki bagian-bagian yang dulu hanya identik dengan rumah berlahan luas. Termasuk taman indah nan asri. Kalau dulu rumah mungil jarang memiliki taman, karena takut sempit.

Ditambah lagi masyarakat yang memiliki rumah dengan lahan terbatas bingung, tanaman apa yang cocok ditanam di sana. Padahal, seperti sirkulasi udara, membuat taman tidak selalu memerlukan lahan yang luas.

Anggapan negatif itu sekarang telah terpatahkan dengan makin banyaknya bermunculan rumah-rumah mungil yang memiliki kebun atau taman yang ditata tidak kalah indah dengan taman yang dimiliki rumah besar di perumahan mewah.

Bahkan lahan berukuran 2x3 meter saja kini bisa dijadikan taman yang indah dan sejuk. Tinggal bagaimana konsep taman yang ingin diterapkan.

Hanya saja perlu dia ingat, jangan batasi ide menata taman semata pada tanaman. Untuk sebuah taman minimalis yang biasanya berada di lahan sempit, tak sembarang tanaman dan ornamen pantas diletakkan di sana.

Sebab salah salah pilih tanaman akan membuat lahan sempit terlihat semakin sempit. Apalagi jika berada di lahan terbatas-- biasanya sekitar 2-6 meter persegi-- pemilik rumah tentu menginginkan taman minimalis ini bisa ditata seoptimal mungkin.

Seiring pembangunan yang terus berkembang, di Palembang sendiri cukup banyak masyarakat yang menciptakan taman minimalis ini. Salah satunya di kediaman Prof Dr Matsuno di kawasan Jl Residen Abdul Rozak.

Ia menonjolkan aksen natural dengan material yang tidak terlalu banyak dalam membuat taman. Selain itu, ia sepertinya cukup mempertimbangkan aspek kesehatan dan kenyamanan keluarga ketika membuat taman tersebut.

“Anda tahu bukan, rumah yang sempit sangat membutuhkan pasokan oksigen? Nah, kebutuhan oksigen dapat diperoleh dari proses fotosintesis tanaman hijau. Karena itu, kita memperbanyak tanaman hijau di taman minimalis ini,” kata Matsuno.

Menurut dia, membuat taman tidak selalu identik dengan tanaman yang banyak dan rimbun. Taman mungil boleh diberi ornamen-ornamen dan detail yang biasa dipakai oleh rumah-rumah besar.

Ornamen seperti patung taman, lampu taman, kursi, bahkan jalan setapak, juga bisa diterapkan di taman. Tentu saja desain, ukuran, dan enataannya berbeda dengan ornamen rumah besar.

“Kalau pengolahan taman bagus dan serasi, itu bisa mengurangi kesan kaku. Apalagi sipatnya perumahan seperti kita ini, umumnya gaya dan bentuk nyaris sama,” ujar Ahli Desain dan Konstruksi Jembatan asal Jepang ini.

Lantas di mana sebaiknya taman minimalis berada? Sangat fleksibel. Bisa di bagian depan rumah seperti Matsuno, belakang, pojok, samping, atau bahkan di dalam rumah.

Jika menyukai unsur air, bisa juga menempatkan taman minimalis bertema taman air di bagian depan rumah. Jika taman berada di bagian belakang rumah, buatlah desain yang lebih sederhana.

Hindari bentuk- bentuk yang menyerupai gunung karena akan menumbuhkan kesan sempit. Jika ingin menghadirkan rumput, sebaiknya pilih yang berdaun kecil dan halus seperti rumput gajah.

Untuk menambah keindahan, taman bisa dipadu dengan elemen bergaya tradisional Indonesia. Elemen ini dapat ditambahkan dalam jumlah yang juga minim, alias tidak mendominasi ruang pada taman.

Misalnya, menanam  tanaman kamboja dan ornamen bergaya Bali untuk menciptakan nuansa Bali. Atau bisa juga dengan menempatkan furnitur antik Jawa untuk menciptakan nuansa Jawa. (eko as)

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas