Minggu, 30 Agustus 2015

Kapak Purba Ditemukan di Pagaralam

Sabtu, 11 Juli 2009 07:28

PAGARALAM, SRIPO — Batu berbentuk kapak diduga peninggalan zaman purbakala ditemukan Jimi, pemilik kebun kopi di Dusun Muaratenang, Kelurahan Prahudipo Kota Pagaralam, Jumat (10/7). Kapak batu itu diperkirakan peninggalan zaman neolitikum (1500 SM) jauh sebelum masa Kerajaan Sriwijaya.

Kapak batu itu bentuknya seperti kapak batu purba kebanyakan berbentuk lonjong dan ada bagian pipih. Pangkal kapak agak runcing dan ujung (mata kapak) lebih lebar. Ukurannya sisi kanan 14 cm, sisi kiri 20 cm, dan bagian bawah 10 cm. Tebal kapak 3 cm.

Warna kapak ini putih kecoklatan tidak seperti kapak batu purba lainnya yang didominasi warna hitam. Penemuan ini menarik perhatian arkelog karena di Pagaralam belum pernah ditemukan kapak batu purba.

“Seingat saya belum pernah ada kapak batu di Pagaralam. Di sana banyak ditemukan peninggalan megalitikum seperti gerabah dan tembikar,” kata Kepala Balai Arkeologi Palembang, Nurhadi Rangkuti yang dihubungi Sripo, Jumat malam.
Jimi, penemu kapak batu itu mengatakan, saat ia sedang menggali lubang untuk menanam pohon kopi di kebun, secara tidak sengaja cangkul membentur benda keras. Ia penasaran, menggali lebih dan mendapati batu tersebut. Kemudian dibersihkan dan dibawa ke rumah untuk disimpan.

“Penemuan ini berawal dari mimpi yang dialami ibu saya. Dalam mimpi itu ada bisikan yang mengatakan ada kapak batu yang tertanam di kebun kopi milik saya,” ungkapnya.

Jimi tidak terlalu menghiraukan mimpi itu hingga kemarin cangkulnya membentur kapak purba.
“Semula saya hanya akan menyingkirkan untuk meneruskan membuat lubang tapi setelah diangkat batu itu terlihat aneh,” ujarnya.

Baru kemudian Jimi teringat mimpi ibunya dan menghubungkannya dengan penemuan itu. Dia mengatakan, batu tersebut dari kebun dibawa pulang ke rumahnya yang berjarak sekitar 1 km untuk disimpan.

Halaman12
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas