• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 30 Oktober 2014
Sriwijaya Post

BKPL tak Mampu Bayar Gaji

Selasa, 11 Mei 2010 20:37 WIB



MUARAENIM
  - Sebanyak 116 orang karyawan PT Bangun Karya Pratama Lestari (BKPL) Tanjung Enim, kembali dilakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Itu dilakukan karena perusahaan terus merugi dan ketidakjelasan kapan berakhirnya kasus PT Batu Bara Bukit Kendi (BBK) selesai.

Menurut Manager HRD dan Illegal, PT BKPL, Khoirozi, Selasa (11/5), pihaknya terpaksa kembali mem-PHK sebanyak 116 orang karyawan karena manajemen perusahaan tak mampu untuk menggaji karyawan yang dirumahkan.

Saat ini masih sebanyak 56 karyawan lagi yang masih dirumahkan. Jika tetap tidak ada keputusan maka semuanya akan di-PHK.

Akibat tidak berporduksi serta ditahannya alat-alat berat milik perusahaan telah menyebabkan kerugian puluhan miliar rupiah, bahkan sudah ratusan miliar dalam empat bulan belakangan.

Pada tahap pertama, sebulan yang lalu, PT BKPL telah mem-PHK 143 orang dari seluruh karyawannya 319 orang. Tahap kedua 116 orang dan sisa 56 orang lagi yang masih di rumahkan.

“Dari dua tahap yang kita lakukan PHK, jika kasus ini juga tidak jelas kapan akan berakhir maka kemungkinan besar akan dilakukan PHK tahap III,” ujarnya.

Khoirozi mengatakan, dari dua tahap tersebut pihaknya telah membayar uang pesangon dan hak-hak para karyawan yang seharusnya diterima Rp 1 miliar lebih. Sementara jumlah kerugian memang belum bisa dipastikan. Namun diperkirakan bisa mencapai Rp 100 miliar lebih. Padahal kontrak PT BKPL masih 40 bulan.sripo

Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas