A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Punya Gambar Ekslusif Konflik Poso - Sriwijaya Post
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 29 Agustus 2014
Sriwijaya Post

Punya Gambar Ekslusif Konflik Poso

Selasa, 9 Maret 2010 08:34 WIB
Punya Gambar Ekslusif Konflik Poso

Ilustrasi.

Sripo/Dok

DOKUMEN teroris berupa video beredar melalui internet. Video berisi rekaman beragam kejadian terkait terorisme dan kerusuhan seperti di Poso, Ambon, hingga latihan perang menggunakan senjata serbu di tengah hutan. Ceramah dua tokoh jihad asal Afghanistan Osama bin Laden dan Dr Abdullah Azzam pun dicuplik untuk membakar semangat para jihadis. Apa saja kegiatan dalam video berdurasi 1 jam 15 menit 33 detik akan diulas bersambung sebagai berikut:  FILE video yang dapat diakses melalui internet beredar sejak Minggu (7/3). Pengerjaannya digarap cukup profesional, walau pengambilan sebagian gambar masih amatiran, tidak fokus. Gambar latar belakangan ditampilkan berganti-ganti. Pada awal-awal disajikan dengan kaligrafi dan lantunan ayat suci Alquran. Di sudut kanan, tercantum kaligrafi bertulis Al-Ufuq.

 Alunan pembacaan Alquran diikuti tayangan kaligrafi yang diikuti terjemahan ke Bahasa Melayu, Malaysia. Sejumlah foto mantan petinggi TNI ditampilkan sekilas, seperti foto mantan Wakil Presiden Try Sutrisno, mantan Pangab LB Moerdani, dan mantan Kepala BIN AM Hendropriyono. Unjuk rasa yang mengungkit soal kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia Talangsari, Lampung, pun dimunculkan.

 Cuplikan konflik di Poso, Sulawesi Barat, dan Ambon, Maluku menduplikasi siaran stasiun televisi seperti SCTV dan TV7 (sekarang Trans7). Banyak rekaman sadis ditayangkan. Otak manusia berceceran gambar dengan kepala pecah di tempat lain. Mayat berdarah-darah, mayat membusuk, mayat anak-anak dan wanita dijejer membujur kaku. Api membara membakar rumah warga, upaya polisi penanganan kerusuhan seperti menyisir perkampungan di Poso. Juga penanganan konflik Ambon.

 Pada satu kejadian di Poso, ditayangkan rekaman berlabel eksklusif “Pembantaian Umat Islam oleh Aparat 22/01/2007 Tanah Runtuh, Poso.” Di sudut kanan atas layar tercantum CTR. Gambar yang ditayangkan, sepasukan polisi mengenakan pakaian hitam-hitam dan cokelat bergerak memburu perusuh. Pengerahan pasukan dengan mengangkut personel polisi menggunakan truk dan diiringi panser.

 Polisi terlihat mengendap-endap dan memburu sasaran. Dua mayat laki-laki tergeletak dengan luka tembak mengenai perut dan paha. Setelah kabar kematian itu tersiar, warga terlihat berkerumun dan berhadap-hadapan dengan polisi. Sempat terjadi bentrok, warga berusaha melempari kepolisian yang berjaga memblokir jalan desa.

 Selanjutnya, kepolisian menangkapi orang-orang yang menjadi target dan diangkut ke Markas Polres Poso. Saat turun dari truk, di-zoom aksi seorang polisi menendang seorang warga dalam kondisi mata ditutup.

 Akhir tayangan eksklusif, takbir dan solawat bergema saat mayat seorang bapak diusung dari lokasi tertembak untuk disemayamkan di rumahnya. Perempuan yang diduga istri, dan anak-anaknya menangis terisak menyaksikan orang tercinta telah meninggalkan mereka selama-lamanya.

 Tayangan kemudian beralih pada tema lain, pembunuhan seorang Muslim bernama Khamaruddin, disusul rekaman unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Aceh di depan Mapolda Aceh. Pengunjuk rasa menuntut polisi memenuhi hak keluarga korban.

 Setelah di bumi Serambi Mekkah ini, rekaman lebih banyak mulai menyangkut kegiatan menuju hutan. Gambar diambil dari atas mobil yang melaju di jalan bebatuan, melintas di antara ladang perumahan warga. Setelah turun dari mobil, sejumlah orang menerabas semak belukar masuk hutan. Kemudian beberapa orang laki-laki mandi mencebur di sungai besar yang airnya masih jernih.

 Pada tayangan ini, wajah orang-orang yang mulai disamarkan atau diblur. Beberapa laki-laki berjalan melintasi sungai dangkal sambil menenteng senjata laras panjang, sekilas terlihat jenis AK47 dan M16. Selain menenteng senjata, masing-masing membawa perbekalan. Sambil orang-orang ini terus berjalan menuju hutan yang lebih lebat, Syeh Dr Abdulloh Azzam ditampilkan inset, berceramah tentang prinsip-prinsip jihad fisabilillah.

 Syek Abdullah Azzam, menurut situs arrahman.com, sebagai orang yang paling bertanggung jawab terhadap bangkitnya jihad abad ke-20. Ia Membangkitkan jihad di Palestina dan Afghanistan. Ia dilahirkan di sebuah kampung di Utara Palestina tahun 1941, dan tewas oleh ledakan bom pada usia 48 tahun.

 Sambil paramiliter latihan fisik, berguling-guling di tanah seusai berlari, bergerak menggunakan tangan bergelantungan, dan latihan perang —tiarap sambil menembak, diputarkan pidato jihad pembakar semangat dari Syeh Dr Abdullah Azzam dan buronan paling dicari pihak keamanan AS, Osama bin Laden yang ditampilkan layar inset. Cuplikan rekaman Abdullah menjelaskan prinsip-prinsip jihad 13.19 detik, dari menit ke 18 detik 11 hingga menit 31 lewat 40 detik.

 Ceramah Azzam dilanjutkan ‘cuci otak’ oleh teroris, buron nomor satu di dunia, Osama bin Laden mengenakan celana hijau dan sebagian loreng abu-abu seperti seragam tentara timur tengah.

Cuplikan ceramahnya lebih pendek dari Azzah, hanya 7 menit. Menit 34 lebih 19 detik, hingga 41 menit 55 detik. Sama seperti rekaman inset Azzam, selama Osama berpidato berapi-api pun, sepasukan ikhwan latihan menggunakan senjata api. Tampak senjata laras panjangnya mirip produk Amerika Serikat M16, dan buatan Rusia AK47, serta laras pendek pistol. (Persda Network/amb)

Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
29201 articles 17 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas