Rabu, 26 November 2014
Sriwijaya Post

Dua Jam Rapat Tertutup

Rabu, 7 Juli 2010 09:24 WIB

Dua Jam Rapat Tertutup

Yohanes Suryo Prabowo

sripo/sts

MUARAENIM, SRIPO—Dalam kunjungan kerjanya ke Mapolres Muaraenim, Selasa (6/7), Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Yohanes Suryo Prabowo, enggan menemui wartawan. Bahkan rapat yang dilakukan semuanya tertutup.

 “Maaf pak kami hanya menjalankan perintah. Bapak sudah berpesan tidak mau diliput atau diwawancarai,” jelas beberapa petugas kepada wartawan, di halaman Mapolres Muaraenim.

Dari pengamatan dan informasi yang dihimpun, Wakasad tiba di kota Muaraenim menggunakan helikopter sekitar pukul 09.00 di lapangan Merdeka Muaraenim. Ia datang bersama Kapolda Sumsel Irjen Pol Hasyim Irianto, Wadankodiklat Mayjen TNI Suwahyu Aji, Waaspam Brigjen TNI Idawi Lubis.

Sementara itu Pangdam II SWJ Mayjen TNI M Sochib, Danrem 044 GAPO Kolonel Inf Edy Sumarto, Danpomdam II SWJ Kol CPM Eko Sulistio, Dandim 0404 Letkol Inf Budi Kusworo, Kapolres Muaraenim AKBP Drs Yohanes Suharmanto dan perwira tinggi maupun menengah lainnya sudah duluan menunggu di Muaraenim.

 Dalam pertemuan tertutup di Mapolres Muaraenim tersebut berlangsung sekitar dua jam. Namun sayangnya tidak banyak informasi yang didapat maksud dan tujuan kedatangan Letjen Suryo Prabowo tersebut. Tetapi diduga kunjungan kerja Wakasad tersebut untuk melihat langsung kondisi keamanan di wilayah Muaraenim terkait insiden penyerangan Mapolres Muaraenim, Satlantas Muaraenim dan Mapolsek Lawang Kidul oleh beberapa oknum TNI beberapa hari yang lalu. Setelah melakukan rapat tertutup di Mapolres Muaraenim, Wakasad langsung menuju ke Kantor Bupati Muaraenim dan melakukan pertemuan tertutup sekitar 30 menit. Kemudian Wakasad bersama Bupati Muaraenim, Ir Muzakir SS ikut serta rombongan meninjau ke Yonif 141 AYJP Karang Raja, Muaraenim.

 Ketika dikonfirmasi ke Bupati Muaraenim, Ir Muzakir SS, tujuan pertemuan Suryo Prabowo adalah untuk bersilaturahmi. Selain itu juga ia meminta menjaga keamanan dan kenyamanan Muaraenim, pasca sejumlah anggota TNI merusak Mapolres Muaraenim dan Poslantas setempat. “Wakasad juga menyatakan prihatin dan akan bertanggungjawab atas kerugian yang ditimbulkan,” kata Muzakir.

 Seperti diberitakan sebelumnya, terjadi insiden penyerangan oleh oknum TNI terhadap Mapolres Muaraenim, Mapolsek Lawang Kidul dan Pos Satlantas. Akibat penyerangan tersebut beberapa fasilitas dan atribut milik Polres Muaraenim rusak. Namun saat ini situasi kondisi sudah pulih dan Polres Muaraenim pun bisa melayani masyarakat kembali meskipun kondisi gedung Mapolres masih dalam perbaikan. (ari)

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas