Kerja Dulu Baru Hasil
MESKI usianya mencapai 68 tahun, namun semangatnya tidak kalah dengan yang muda. Semua pekerjaan yang merupakan tanggung jawabnya dikerjakannya sendiri. Dia adalah Bunda Rosni Wulan pimpinanan B-Pro Entertaiment Production Film yang menggarap Sinetron Bulan Bintang dibalik Awan. Bunda Rosni panggilan akrapnya bagi kalangan seniman muda yang bergerak dibidang akting di Palembang banyak tidak mengenal.
Tetapi bagi seniman tua seperti Ismail Djalili, mengenal sosok Bunda Rosni Wulan.
Saat launching Sinetron Bulan Bintang di Balik Awan (B3A) di Auditorium Kantor Prop Sumsel, Selasa (6/1) malam tidak banyak yang mengenalnya. Bunda Rosni Wulan kelahiran Bengkulu 22 Apriil 1942, ketika diwawancarai Sripo ditempat tinggalnya di Cambai Agung, Palembang, Kamis (7/1) mengaku dikalangan seniman muda memang tidak banyak mengenalnya, karena katanya ia pernah di Palembang tahun 70-an menekuni bidang kecantikan dan pengusaha butik.
Sebelumnya sekitar tahun 1957-1972 ia di Singgapura menekuni sekolah kecantikan. Masa mudanya cerita bunda Rosni ia lebih banyak berkumpul orang dengan film di Gelangan Remaja Jakarta Barat, di Palembang saya kenal Ismail Djalili.
"Karena ada Ismail Djalili sehingga orang di Palenbang mengenal saya," ungkapnya.
Bunda Rosni mengaku pulang ke Palembang tahun 2006, dengan B-Pro Entertaiment ia mengarap Sinetron Cinta di BKB tapi sinetron tersebut gagal. Setelah itu Bunda Rosni mengarap Sinetron lepas bertajuk Kehadiranmu Membawa Derita menceritakan tentang Nyamuk Demam Berdarah ditayangkan di Sriwijaya TV.
Di tahun 2009 Bunda Rosni mengarap Sinetron Bulan Bintang di Balik Awan.
"Alhamdulillah berkat kerja keras dan bantuan bapak Gubernur Sumsel Alex Noerdin. Sinetron B3A yang rencananya 12 episode sudah selesai tiga episode. Selesai satu episode lagi baru kita tayangkan," ujar Bunda Rosni yang punya motto bekerja keras dulu baru hasil.
Sinetron B3A ini syutingnya dilakukan di sejumlah obyek wisata di Sumatera Selatan. "Untuk syuting di daerah saya sudah dapat surat rekomendasi dari pak Gubernur Sumsel Alex Noerdin, " ujar bunda Rosni sambil memperlihatkan surat tersebut.
Bunda Rosni hidupnya sehari-harinya sendiri, tapi banyak punyak anak didik di beberapa kota. "Sehingga saya merasa tidak sendiri, lihat anak-anak saya ganteng dan cantik-cantik," katanya yang dikelinggi para pendukung Sinetron B3A.