Sabtu, 29 November 2014
Sriwijaya Post

2011 Bangun Tol Patungraya

Selasa, 2 November 2010 20:42 WIB




INDRALAYA - Kemacetan dan kecelakaan yang terus menghantui pengguna jalan raya Palembang-Indralaya (OI)-Betung (Banyuasin), membuat Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin berpikir keras untuk mengambil alih rencana proyek pembangunan jalan tol Palembang-Betung-Indralaya (Patungraya).

Rencana ini disampaikan Alex Noerdin dalam sambutannya pada acara puncak Dies Natalis ke-50 Universitas Sriwijaya (Unsri), Selasa (2/11) di Kampus Unsri Jalintim KM 33 Indralaya, Ogan Ilir.

Menurut Alex, rencana Pemprov Sumsel mulai membangun Tol Patungtraya ini pada Tahun 2011 seusai pelaksanaan SEA Games. Dananya, Pemprov akan minta bantuan pusat melalui dana sharing.

“Tadi pagi waktu saya menuju ke sini (Indralaya) jalan macet, padahal saya datang dengan Pak Kapolda pakai iringan mobil voorider. Ini menunjukkan jalan Palembang-Indralaya sudah padat dan

perlu diperlebar,” ujar Alex Noerdin seraya menambahkan, jika hal ini terus terjadi sudah pasti mahasiswa dan dosen Unsri yang setiap hari ke Indralaya akan berpikir ulang karena macet.

“Jadi sudah saatnya kita bangun jalan tol dari Palembang-Indralaya,” tegas gubernur.

Alex mengakui, rencana pembangunan jalan tol ini sudah dua kali gagal, disebabkan calon investor mengalami kesulitan masalah ganti rugi lahan yang tidak bisa dilakukan secara cepat.

“Jadi satu-satunya jalan, kita ambil alih pembangunan tol sepanjang 90 KM dari Indralaya ke Betung,” kata gubernur sambil melirik Ketua DPR RI, Marzuki Ali yang ikut hadir.

“Mumpung ada Pak Marzuki Ali, kita bisa minta bantuan lobi ke DPR untuk merealisasikan pembangunan jalan tol ini,” ungkap Alex Noerdin seraya menambahkan, rencana pembangunan tol ini bakal memakan waktu dua sampai tiga tahun, sehingga jika dimulai Tahun 2011 akan selesai Tahun 2013.

Sementara itu Rektor Unsri, Prof DR Badia Parizade mengatakan, Unsri yang kini sudah berumur setengah abad mampu menjadi perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Unsri yang basis riset memiliki keunggulan di berbagai bidang ilmu, khususnya pengembangan sumber daya alam (SDA).

Badia mengajak semua mahasiswa, masyarakat, alumni dan seluruh civitas akademika Unsri untuk merenung sejenak, apa yang telah diberikan untuk memajukan dan kemajuan Unsri, bukan justru memikirkan apa yang telah diperoleh dari Unsri. (trs)

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas