Aviliani, Digoda Timses

KECANTIKAN pengamat ekonomi politik dari Indonesian Development of Economics and Finance (INDEF) yang pekan lalu menjadi moderator debat capres, adalah kebanggaan sekaligus menyusahkan. Wanita kelahiran Malang yang memiliki nama Aviliani, mengaku sering ditelepon tim sukses para kandidat capres.

Dengan kecantikan yang dimilikinya sejak lahir, tim sukses capres pun berebut untuk menghubunginya. Bukan berebut untuk kencan, melainkan  meminta bocoran tentang materi apa saja yang akan disampaikan, saat dirinya menjadi moderator capres, Kamis (25/6) lalu.

Dalam diskusi bertajuk “Mengukur Efektivitas Debat Capres dan Cawapres” di Gedung Dewan Perwakilan Daerah (DPD, Senayan, Rabu, (1/7), Aviliani mengaku tak sampai tergoda. Dengan maksud, ia tak sampai membocorkan kepada para tim sukses apa materi debat yang akan ia sampaikan kepada para kandidat capres. Ia mengaku hanya memberikan penjelasan mengenai pembahasan masalah  topik materi yang didebat, yaitu pengangguran dan kemiskinan.

“Sebelum memandu debat, saya ditelepon oleh para tim sukses. Tapi saya tidak sampai membocorkan hanya memberikan gambaran saja tentang topik debat yang akan disampaikan. Soal itu, tidak saya bocorkan karena hal itu menyangkut kredibilitas saya. Saya benar-benar jaga hal itu. Setelah tahu saya menjadi moderator, tiga bulan sebelumnya saya menolak tawaran  untuk menjadi narasumber dan puasa bicara menjaga objektivitas,” ujarnya.

Ia pun tak menyangka sama sekali. Ternyata setelah ia memandu debat para kandidat capres, kritikan juga ‘mampir’ kepadanya. Mereka yang kritik kepadanya, mengatakan debat yang dipandu tidak menarik, tidak membuat acara debat menjadi lebih hidup.  Aviliani seakan mengakui, debat para kandidat capres yang dipandunya memang tidak maksimal sehingga para kandidat capres tidak bisa menjelaskan secara menyeluruh tentang konsep yang akan dilakukan bila terpilih nanti.

“Misalnya Bu Mega mengatakan tidak akan berutang, tapi tidak menjelaskan bagaimana caranya. Lalu Pak SBY yang  mengatakan soal utang, akan dihapus secara bertahap, tapi tidak dijelaskan sampai kapan. Sementara  Pak JK soal utang mengatakan, kalau kepepet ya berutang.  Bagi saya, siapa pun yang terpilih perekonomian akan sama seperti sekarang karena dari argumentasi debat, tidak ada yang signifikan,”katanya. Persda Network/dayat)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved