SriwijayaPost/

Pengunjung Air Terjun Bedegung Mengeluh Karcis Mahal

MUARAENIM, SRIPOKU.COM -- Sebagian pengunjung wisata Air Terjun Bedegung mempertanyakan harga pasti karcis ke air terjun tersebut. Harga karcis yang berlaku dianggap terlalu mahal dibandingkan hari-hari biasanya. Selain itu pengelolaan karcis dinilai tidak transparan. Hal itu menyebabkan pengunjung merasa keberatan.

Dari pengamatan Sripoku.com, Minggu (2/1/2011), setiap para pengunjung dikutip karcis masuk sebesar Rp 15 ribu. Sedangkan untuk kendaraan roda dua Rp 5.000 dan kendaraan roda empat Rp 10 ribu dan tergantung jenis kendaraannya. Padahal hari biasa, harga karcis kadang hanya Rp 5.000 per orang.

Menurut Yadi dan Reni, warga Baturaja, OKU, ia bersama pacarnya naik motor dan dimintai Rp 35.000. Ia diberi satu karcis tanda masuk dan satu karcis hiburan organ tunggal. Awalnya ia kaget. Namun karena malu ia menerima tetapi dalam hati dongkol. Tetapi ia merasa kecewa karena fasilitas yang ada mengecewakan, misalnya MCK tidak terawat dan harus membayar, musala tidak ada air untuk salat sehingga harus ke sungai untuk mengambil air.

Begitupun jembatan yang ada belum diperbaiki, padahal cukup berbahaya bagi pengunjung jika jembatan yang ada patah. Selain itu beronjong juga banyak yang longsor.

"Kami seperti dirampok saja secara halus. Semuanya serba uang. Jika dikenakan retribusi cukup sekali saja," ujarnya kesal.

Kepala UPTD yang mengelola objek wisata Air Terjun Bedegung, Efendi, tidak bisa dihubungi. Sedangkan menurut Kabid Pariwisata, Fajeri Irham membenarkan adanya pungutan karcis sebesar itu. Semuanya akan disetor ke kas negara.

Menurut Ketua Komisi III DPRD Muaraenim, Devi Haryanto, pihaknya belum mengetahui masalah kenaikan tersebut. Namun ia akan menindaklanjutinya. Jika nantinya ada indikasi pungli atau kecurangan, ia tidak segan-segan memanggil instansi terkait dan memproses secara hukum.

Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help