• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Sriwijaya Post

Tiga Daerah Belum Punya PTSP

Jumat, 1 April 2011 12:52 WIB


Tiga Daerah Belum Punya PTSP
PALEMBANG  - Kepala Badan Penanaman Modal Derah (BPMD) Provinsi Sumsel, Ir H Permana MMA menyebutkan, ada tiga kabupaten/kota belum memiliki Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Ketiganya yaitu, Pagaralam, OKU Timur, dan Ogan Ilir.

“Untuk meningkatkan pelayanan masyarakat dan investor, kita berharap tiga daerah ini segera merealisasikannya,” kata Permana saat membuka Workshop Pembentukan Forum PTSP Provinsi Sumsel di Hotel Novotel, kemarin.

Workshop dihadiri pimpinan PTSP kabupaten/kota, dengan narasumber Direktur Pinus Sumsel, Rabin Ibnu Zainal MSc, Program Officer Asia Foundation, Hari Kusdaryanto, dan Titik Asyifah dari Akademika.

Menurut Permana, sejauh ini masih terdapat keragaman dalam kewenangan “Satu Atap” vs “Satu Pintu” maupun kualitas pelayanannya.

Provinsi akan menjalankan peranannya dalam memfasilitasi atau mengasistensi kabupaten/kota melalui pembentukan Forum PTSP.(mg1)


Website Dinas Pemkot Belum Maksimal
PALEMBANG — Dari seluruh website satuan perangkat kerja daerah (SKPD) di Pemkot Palembang ternyata banyak yang tidak berfungsi. Bahkan ada yang sampai dari tahun 2009 belum di-update.

Hal ini terungkap pada Rapat Koordinasi SKPD tentang Website di Ruang Rapat Lt 3 Pemkot Palembang, baru-baru ini.

Pimpinan Rapat, Martha Edison yang juga Kasubag Peralatan Sandi dan Elektronik Pemkot Palembang mengatakan, website-website SKPD itu yang memilih masing-masing instansi sehingga seharusnya perangkat masing-masing senantiasa meng-update website.

“Masyarakat sangat memerlukan informasi tentang masing-masing SKPD namun berdasarkan pantauan ada SKPD yang 1 tahun bahkan sampai 1,5 tahun tidak pernah meng-update website-nya,” kata Martha. (saf)


Rp 2,5 M untuk Perusahaan Sembako
PALEMBANG — Pemkot Palembang menyiapkan Rp 2,5 miliar untuk operasional perusahaan sembako (Patralog). Dana ini sebagai pemicu terkumpulnya Rp 10 miliar sebagai langkah awal gebrakan perusahaan sembako yang dimotori Pemkot Palembang.

“Kita siapkan Rp 2,5 miliar dari Rp 10 miliar yang kita harapkan di awal operasional perusahan ini,” kata Asisten II Pemkot Palembang, Apriadi S Busri, CES kemarin.

Pemkot menggandeng mitra Koperasi Menara dan Koperasi Bersama untuk menjalankan Patralog. Meskipun sampai saat ini DPRD Kota Palembang belum memberikan izin Pemkot Palembang optimis pendirian Patralog membantu rakyat terutama kalangan menengah ke bawah.

Soal kekhawatiran tumpang tindih beban Patralog sebagai pengendali harga dan badan yang mencari untung, menurut Apriadi, hal itu hanya kekhawatiran saja.(saf)

Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas